• News

  • Bisnis

Said Didu: Jangan Terpesona, Kebijakan Dana Corona Menambah Utang hingga Rp800 Triliun

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu.
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu.

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai pemerintah hanya menambah jumlah utang Indonesia dalam upayanya untuk menanggulangi pandemi virus corona.

Ia menyatakan, jangan pernah terpesona dengan kebijakan pemerintah saat ini. Kebijakan itu disebut malahan menambah beban uutang Indonesia selama dua periode Presiden Joko Widodo hingga Rp3.500 Triliun.

Demikian disampaikan Said Didu dalam rangkaian cuitannya melalui akun twitter @msaid_didu, seperti dikutip di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

"Jangan terpesona dari alokasi anggaran dampak corona sbsr Rp 405 t thn 2020 krn pemerintah akan menambah utang sbsr Rp 800 trilyun dg menaikkan rasio utang dari 3% menjadi 5,07 % PDB dan akan dibuat Perpu ttg hal tsb. Total tambahan utang yg ditargetkan 2020-2024 sktr Rp 3.500 t".

Selain itu, dia mencuit Sesuai pidato Bpk Presiden bhw akan siapkan dana utk atasi dampak corona 2020 Rp 405 t.

"Dlm pidato tsb akan naikkan defisit 5,07 % PDB slm 3 thn dan kembali ke 3% 2023/2024. Artinya akan nambah utang sktr Rp. 3.500 t slm 5 thn.
Jadi total tambahan utang slm 2 priode Rp 7.500 t," demikian Said Didu mengakhiri twitnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P