• News

  • Bisnis

Indeks Saham China Ditutup Melemah, Ini Faktor Penyebabnya

Ilustrasi indek saham China.
Istimewa
Ilustrasi indek saham China.

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (29/6/2020), menyusul libur panjang akhir pekan untuk perayaan Festival Perahu Naga, ketika kekhawatiran atas kenaikan kasus baru COVID-19 meningkat.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,61 persen menjadi ditutup pada 2.961,52 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen di bursa kedua China berakhir 0,52 persen lebih rendah pada 11.752,36 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 716,27 miliar yuan (sekitar 101,16 miliar dolar AS), merosot 728,72 miliar yuan (sekitar 103,28 miliar dolar AS) pada hari perdagangan Rabu (24/6/2020).

Pasar saham China ditutup pada Kamis (25/6/2020) dan Jumat (26/6/2020) untuk libur perayaan Festival Perahu Naga.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 1.025 saham terhadap 450 saham di bursa Shanghai dan 1.398 saham terhadap 756 saham di bursa Shenzhen.

Perusahaan-perusahaan di bidang keramik, alat kesehatan dan kaca memimpin kenaikan, dengan saham Guangdong Songfa Ceramics Co, Ltd melonjak pada batas harian 10 persen menjadi 16,15 yuan per saham. Saham perusahaan di sektor semen dan keuangan melaporkan kerugian besar.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,42 persen menjadi ditutup pada 2.372,54 poin.

Editor : Nazaruli