• News

  • Bisnis

Ternyata Ini yang Dinanti China dari Indonesia di Pandemi COVID-19

Buah Naga salah satu ekspor yang sedang dijajaki ke China.
Fruits
Buah Naga salah satu ekspor yang sedang dijajaki ke China.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi Covid-19 tidak menghalangi langkahKementerian Perdagangan mendorong percepatan penetrasi produk potensialbuah naga ke pasar Tiongkok.

Guna menjajaki peluang kerja sama perdagangan buah naga, Kemendag menggelar kegiatan penjajakan kesepakatan dagangsecara virtual bertajuk the First Indonesia-China Dragon Fruits Online Business Matching 2020.

Pada penyelenggaraan acara tersebut, Kemendag bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Keuangan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sangat mengapresiasi sinergi antarlembaga negara dan kementerian iniyang sangat penting diaplikasikan terutama dalam kondisi saat ini.

“Memulihkan ekonomi dan meningkatkan ekspor terutama dalam masa pandemi saat ini merupakan pekerjaan besar sehingga sinergi berbagai pihak mutlak diperlukan. Strategi masing-masing lembaga/kementerian akan berkontribusi mengantarkan produk potensial Indonesia dipasarkan di luar negeri,”ujar Mendag Agus, dalam siaran persnya, Sabtu, (8/8/2020).

Sedangkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, program ini adalah langkah gerak cepat pemerintah menanggapi dibukanya akses bagi produk buah-buahan tropis Indonesia ke Tiongkok.

“Buah naga menjadi salah satu produk yang diandalkanmasuk ke pasar global karena mudah diterima hampir di seluruh belahan dunia. Namun, dibutuhkan upaya percepatan dalam merealisasikan ekspor perdana buah naga Indonesia ke Tiongkok. Untuk itu, begitu Tiongkok membuka akses pasar, kita harus langsung cepattanggapmendorongekspornya. Semoga kegiatan bussines matchingini membuahkan hasil yang positif,” ujar Kasan.

Businessmatchingvirtual ini dihadiri limaeksportir buah naga Indonesia yang telah teregistrasi di Tiongkok, enameksportir yang akan diregistrasi, dan perusahaan lainnya.Mereka dipertemukan dengan 26 importir anggota China Agricultural Wholesale Markets Association(CAWA).

Di hadapan para importir anggota CAWA, eksportir dan perusahaan Indonesia memaparkan keunggulan buah naga Indonesia seperti rasa yang manis,daya tahan yang lama, serta memiliki masa panen yang berbeda dengan Tiongkok.

Kegiatan virtual ini membuahkan potensi penandatanganan kesepahaman antara 3 eksportir dan importir, yang akan ditindaklanjuti lebih jauh dengankomunikasi antara keduabelah pihak.

Pemerintah Indonesia mengharapkan kedepannya akan lebih banyak lagi buah tropis Indonesia yang dapat masuk ke pasar Tiongkok, seperti nanas dan durian. Diharapkan, kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok juga akan terdorong terus positif,” tegasKasan.

Berdasarkan data BPS, ekspor produk nonmigas Indonesia ke Tiongkokselama periode Januari--Juni 2020 tercatat USD 12,82 miliar atau meningkat 11,9persendibandingkan periode Januari--Juni 2019 yang sebesar USD 11,46 miliar. menyatakan, dengan diterimanya buah naga Indonesia di pasar Tiongkok, maka menambah deretanproduk buah tropis Indonesia yang sudah terlebih dahulu masuk ke pasar Tiongkok,seperti salak, manggis, kelengkeng,dan pisang.

Editor : Sulha Handayani