• News

  • Bisnis

Wow, Selama Pandemi,Biaya Kesehatan Lebih Mahal Lampaui Kenaikan Upah Tahunan dan Inflasi

Biaya Kesehatan lampaui kenaikan upah tahunan dan inflasi.
Keep Healthy
Biaya Kesehatan lampaui kenaikan upah tahunan dan inflasi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setiap tahunnya, biaya kesehatan di Indonesia selalu mengalami kenaikan bahkan jauh melebihi tingkat inflasi. Sayangnya, kenaikan gaji masyarakat Indonesia masih belum bisa mengimbangi tingginya kenaikan biaya kesehatan tersebut.

Sementara itu, kepemilikan asuransi kesehatan masih minim di Indonesia.

Mari melihat seberapa besar celah yang ada antara kenaikan biaya kesehatan dengan kenaikan inflasi atau harga barang dan jasa pada umumnya. Biaya kesehatan yang dimaksud meliputi biaya kamar di rumah sakit, rawat jalan, pengobatan, dan persalinan.

Tren kenaikan biaya kesehatan lampaui angka kenaikan inflasi “Berdasarkan riset Lifepal.co.id, tingkat inflasi dan kenaikan gaji bersih pekerja formal di Indonesia tidak sebanding dengan biaya medis yang per tahunnya meningkat sebesar 10% hingga 11%,” tulsi Lifepal.

Willis Towers Watson juga merilis hasil survei tentang tren kenaikan biaya kesehatan di berbagai negara. Dalam survei tersebut Willis Towers Watson mengungkap bahwa kenaikan biaya kesehatan rata-rata secara kotor (gross), sejak tahun 2017 hingga 2019, berkisar antara  10% hingga 11%.

Persentase kenaikan biaya kesehatan ini terbukti jauh lebih tinggi ketimbang inflasi. Inflasi dapat diartikan sebagai kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Beberapa kelompok pengeluaran yang menentukan besar kecilnya inflasi di Indonesia antara lain adalah, makanan, minuman, tembakau (rokok), harga pakaian, peralatan rumah, transportasi, biaya pendidikan, dan lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di Indonesia dari 2017 hingga 2019 adalah 3,15%. Rata-rata tingkat inflasi tersebut bahkan tak sampai sepertiga dari kenaikan biaya kesehatan yang dipublikasikan lewat survei Willis Towers Watson. Artinya, laju kenaikan biaya kesehatan lebih tinggi ketimbang harga-harga kebutuhan lain.

Kenaikan gaji di Indonesia juga masih di bawah tren kenaikan biaya kesehatan

Lifepal.co.id  dalam siaran persinya, Sabtu.(8/8/2929), melansir perhitungan persentase dari jumlah total rata-rata upah buruh atau pegawai di Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data tersebut, rata-rata kenaikan gaji bersih buruh atau pegawai per tahun adalah 4,3%. Persentase kenaikan ini tentu tidak sebanding dengan kenaikan biaya kesehatan yang mencapai 10% hingga 11% tiap tahun.

Apakah ini menandakan bahwa seorang karyawan di Indonesia harus memiliki investasi khusus yang bisa memberikan imbal hasil di atas 10% setahun, hanya untuk mengantisipasi kenaikan biaya kesehatan? Meskipun itu mungkin saja diupayakan, namun tentu tidak harus dengan jalan ini.

Editor : Sulha Handayani