• News

  • Bisnis

Potensi Badai Resesi, Menjaga Keuangan Sehat dan Aman Wajib Dilakukan, Ini Caranya

Ilustrasi perlindungan asuransi.
lucasinsurance.com
Ilustrasi perlindungan asuransi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa anjlok hanya sebesar 0,2%. Bahkan, skenario buruknya, ekonomi memungkinkan untuk bergerak negatif di level -1,1%. Wajar jika sejumlah pakar ekonomi menyebut kondisi resesi sudah tampak di depan mata.

Menghadapi kondisi yang sangat mungkin terjadi itu, masyarakat diimbau untuk segera mempersiapkan langkah antisipasi untuk melindungi keuangan rumah tangganya agar terjaga sehat dan aman. Salah satu caranya adalah dengan memproteksi diri dan keuangan rumah tangga dengan produk asuransi.

“Asuransi merupakan mekanisme vital dalam memastikan keamanan finansial, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini. Krisis yang kita hadapi akibat pandemi COVID-19 telah menjadi momen pembelajaran yang sulit, di mana orang-orang mulai menyadari bahwa siapapun dapat terdampak oleh risiko keuangan kapan saja. Memiliki pekerjaan yang stabil dan gaya hidup yang berkecukupan tidak 100% menjamin keamanan dari risiko yang tidak terduga di masa depan,” kata Kumaran Chinan, Presiden Direktur Chubb Life Indonesia, dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Sebagai ilustrasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan biaya pendidikan hingga 10% per tahun. Hal ini tentu membuat beban keuangan keluarga semakin berat di tengah kondisi saat ini. 

Namun, orang tua yang telah mengambil langkah-langkah perlindungan jangka panjang melalui asuransi akan teringankan bebannya.  Jika hal buruk terjadi, anak, keluarga, dan orang tercinta pun akan sudah terlindungi.

Untuk itu, menurut Kumaran, tidak ada kata terlalu dini untuk memiliki investasi jangka panjang seperti asuransi. Bahkan, dengan memiliki asuransi lebih awal, masyarakat dapat memperoleh premi yang lebih baik dan menghindari beban keuangan di masa depan, termasuk yang bersifat darurat atau tidak terduga.

 

Editor : Irawan.H.P