Netral English Netral Mandarin
00:57wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
BKH: Pengurus Demokrat di Daerah Diancam Intel Polres dan Dibujuk Dukung Hasil KLB

Rabu, 10-Maret-2021 23:10

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat (PD) Beni Kabur Harman (BKH)
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat (PD) Beni Kabur Harman (BKH)
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Beni Kabur Harman (BKH) mengungkapkan, ada informasi bahwa para pengurus Partai Demokrat tingkat kabupaten/kota kini sedang resah.

Pasalnya, Benny menyebut, para pengurus Demokrat itu diancam oleh intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti Partai Demokrat di daerah mereka. Menurutnya, ancaman dilakukan para intel atas perintah Kapolres.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai. Katanya atas perintah Kapolres," tulis Benny di akun Twitternya, Selasa (9/3/2021).

Selain diancam, lanjut Benny, ada juga yang membujuk kader-kader partai berlambang bintang mercy itu untuk berpihak pada pengurus Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) beberapa hari lalu.

"Ada pula yang dibujuk untuk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman," cuit@BennyHarmanID.

Di akhir cuitannya, Anggota Komisi III DPR RI itu mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. "Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!" kata Benny.

Seperti diberitakan, KLB Partai Demokrat di Sumut pada Jumat (5/3/2021), menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Selain menetapkan Moeldoko sebagai ketum, forum KLB juga memutuskan bahwa kepengurusan Demokrat yang diketuai oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinyatakan demisioner.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati