3
Netral English Netral Mandarin
04:54 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
BNPB Bilang Penyebab Utama Banjir Jakarta Karena Sistem Drainase, AA: Tak Berkualitas, Gubernur Lebih Sibuk Pencitraan Diri

Sabtu, 13-Februari-2021 18:20

Ade Armando
Foto : Twitter
Ade Armando
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi Ade Armando mengungkapkan kalau banjir Ibukota disebabkan tak berfungsinya drainase, bukan karena luapan sungai. 

Apalagi, kata Ade kalau Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lebih sibuk membangun pencitraan diri dan tak berkualitas. 

"Penyebab utama banjir besar yang melanda Jakarta ternyata bukan karena luapan sungai, tapi karena tidak berfungsinya drainase. Ini terjadi karena DKI punya Gubernur yang tidak berkualitas dan lebih sibuk membangun pencitraan diri," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (13/2/2021). 

Seperti dilansir, berbeda dengan sikap Pemprov DKI yang awalnya tak mengakui persoalan drainase, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) malah langsung memaparkan banjir di DKI Jakarta mayoritas disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi. Dari hasil survei PUPR, hanya 35 persen yang disebabkan oleh luapan sungai.

"Dari 83 lokasi banjir yang kami survei di DKI Jakarta, kami memperoleh 71 titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi. Banjir tanggal 25 Februari lalu yang disebabkan sungai itu hanya sekitar 35 persen. Dibandingkan banjir yang disebabkan oleh drainase, itu lebih tinggi, yakni sekitar 65 persen," kata Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono dalam konferensi pers "Penanggulangan Bencana" di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati