Netral English Netral Mandarin
02:50wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Bocor! Ada Dokumen Kartu Kredit Pejabat Pertamina Rp420 Miliar, Ahok Buka Suara, Netizen: Bapak Ini Musuh Koruptor

Rabu, 30-Juni-2021 14:53

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
Foto : Antara Foto
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
14

JAKARTA, NETRALNREWS.COM - Dokumen soal kartu kredit PT Pertamina (Persero) bocor. Kebocoran terjadi setelah beberapa waktu lalu Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap jajaran direksi perusahaan minyak negara itu mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan limit fantastis. Tertulis 'super group limit' mencapai Rp420 miliar.

Sontak hal itu kembali mengundang parhatian warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 30 Juni 2021, banyak netizen berkomentar bahwa Ahok adalah musuh koruptor.

MLT: “Aduh Bocor bocor gaess!!”

Dosma Uli: “Bapak ini musuh koruptor.”

Lisa Kurnia Sulistyowati: “Wah... Pertamina sudah putus urat malu nya. Sekarang baru tahu kenapa Pak Jokowi naruh BTP di Pertamina.”

Untuk diketahui, untuk Ahok sendiri, limit transaksi kartu kredit yang diberikan mencapai Rp30 miliar. 

Ahok yang dimintai tanggapannya atas bocornya dokumen kartu kredit itu mengatakan hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan dokumen tersebut secara langsung dari direksi.

"Belum dapat dari direksi. Tidak pernah kami dikasih tahu soal group limit ini," ujarnya, Selasa (29/6).

Kendati demikian, ia memastikan pagu Rp420 miliar tersebut diperuntukkan untuk para petinggi Pertamina di luar anak dan cucu perseroan.

"Itu termasuk manager dan lain-lain dari perseroan, di luar anak dan cucu perusahaan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan limit tersebut tidak termasuk limit kartu kredit yang selama ini diberikan kepada dewan direksi dan dewan komisaris.

"Itu di luar limit dewan komisaris dan limit direksi. Perlu diminta (penjelasan). Direksi (limitnya) Rp27 miliar. Direksi persero saja," tandasnya seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati