Netral English Netral Mandarin
05:13wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Borneo Kapital Ajukan Permohonan Sita Jaminan Saham SAFE Milik Infiniti Wahana

Rabu, 08-December-2021 20:40

Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Foto : International Investor Club
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Sengketa kepemilikan saham PT Zebra Nusantara Tbk antara PT Borneo Nusantara Kapital (BNK) dengan PT Infiniti Wahana terus berlanjut setelah proses mediasi menemui jalan buntu.

BNK mengajukan gugatan perdata karena perbuatan wanprestasi Infiniti Wahana terhadap Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB). Ada dua pihak yang digugat BNK yaitu PT Infiniti Wahana (Tergugat I) sendiri dan Mulyadi (Tergugat II) selaku Direktur Utama ZBRA.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau PN Jaksel. Persidangan terakhir pada 25 November 2021 dengan acara pembuktian tertulis oleh BNK selaku Penggugat. Sidang selanjutnya, dijadwalkan pada 9 Desember 2021.

Kuasa Hukum BNK, Devi Selvana mengungkapkan di Jakarta, Selasa (8/12/2021), untuk menjamin gugatan itu tidak sia-sia dan untuk menghindari risiko dialihkannya aset oleh IW, pihaknya telah mengajukan permohonan sita jaminan atas saham 78,97 persen saham PT Steady Safe Tbk (SAFE).

Steady Safe merupakan sister company dari ZBRA, yang sama-sama dimiliki PT Infiniti Wahana.

Devi Selvana mewakili Penggugat juga telah mengajukan permohonan pemblokiran saham SAFE kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya pada 28 Oktober 2021 untuk sebanyak 485.786.815 saham atau setara 78,97 persen dari total modal disetor.

“Kami harap, dalam putusan sela pada tanggal 9 Desember 2021 nanti, majelis hakim mengabulkan penyitaan aset milik Infiniti dan tergugat II  Drs H Mulyadi MM,” kata Devi.

Sebelumnya, Devi menyatakan, pembatalan PPJB oleh Infiniti Wahana secara sepihak bertentangan dengan isi perjanjian jual beli bersyarat.

Apalagi, PT Borneo Nusantara Capital tidak pernah lalai terhadap PPJB yang telah disepakati bersama.

Meskipun perjanjian tersebut tidak lazim, menurut hukum, perjanjian tersebut mengikat, keduanya saling melakukan hak dan kewajibannya masing-masing dengan baik, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 jo 1338 KUHPerdata.

Dalam PPJB itu, Borneo Nusantara Kapital akan membeli total sebanyak 642 juta lembar saham atau 75 persen ZBRA senilai Rp50 miliar dengan cara pembayaran bertahap.

Borneo Nusantara Kapital telah membayar untuk tahap pertama senilai Rp3,5 miliar. Tapi Syarat yang diminta oleh Borneo seperti laporan keuangan ZBRA dan soal perpajakan tak kunjung dipenuhi.

Devi menambahkan, perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut masih tetap berlaku bagi PT Borneo Nusantara Kapital dan PT Infiniti Wahana karena belum pernah ada kesepakatan antara PT. Borneo Nusantara Kapital dan PT Infiniti Wahana untuk mengakhiri PPJB tersebut. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi