Netral English Netral Mandarin
20:09wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Brokoli, Sayuran Hijau Lezat yang Punya Kandungan Gizi dan Vitamin Berlimpah

Minggu, 09-Mei-2021 04:30

Vegetable
Foto : Lifestyle
Vegetable
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sayuran berwarna hijau diketahui punya kandungan vitamin, mineral, serta, dan antioksidan yang melimpah. Salah satu sayuran hijau yang cukup banyak digemari masyarakat adalah brokoli. Olahan sayuran ini banyak digunakan di masakan barat, yang dikenal lezat. 

Melansir Healthline, brokoli memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut nutrisi brokoli mentah dalam takaran satu cangkir (91 gram): karbohidrat: 6 gram, protein: 2,6 gram, lemak: 0,3 gram, serat: 2,4 gram, vitamin C: mencukupi 135 persen kebutuhan harian, vitamin A: mencukupi 11 persen kebutuhan harian, vitamin K: mencukupi 116 persen kebutuhan harian, vitamin B9 (folat): mencukupi 14 persen kebutuhan harian, kalium: mencukupi 8 persen kebutuhan harian, fosfor: mencukupi 6 persen kebutuhan harian, selenium: mencukupi 3 persen kebutuhan harian. 

Brokoli mentah atau matang memiliki nutrisi yang berbeda. Cara memasak brokoli seperti merebus, mengukus, menumis dapat mengubah komposisi nutrisi sayuran. Proses pemasakan yang terlalu lama dapat mengurangi vitamin C dan protein larut. 

Kendati berbeda-beda kandungan vitaminnya, brokoli mentah maupun matang sama-sama memberikan asupan nutrisi penting, terutama vitamin C. Saat dimasak, brokoli masih menyediakan 84 persen kebutuhan vitamin C harian tubuh. 

Baca Juga :

Jumlah ini 1,5 kali lipat lebih besar ketimbang buah jeruk. Selain itu, brokoli juga memiliki bayak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh diantaranya adalah: 

1. Mencegah kanker 

Melansir Medical News Today, sayuran persilangan seperti brokoli mengandung berbagai antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang dapat menghambat sekaligus memperbaiki kerusakan sel akibat radikal bebas. 

Pasokan antioksidan dapat mengurangi peradangan di dalam tubuh dan melindungi kesehatan. Zat ini juga berpotensi membantu mencegah kanker. Salah satu antioksidan yang terdapat dalam brokoli adalah sulforaphane.

Senyawa mengandung belerang ini bisa memberikan efek sedikit pahit saat dimakan. Studi pada 2009 juga menyebut, brokoli mengandung indol-3-karbinol. Penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat antitumor yang kuat. 

Selain brokoli, kembang kol, kubis Brussel, kangkung, lobak, kol, arugula, dan selada air juga memiliki sifat antioksidan serupa. 

2. Meningkatkan kesehatan tulang 

Kalsium dan kolagen bekerja sama untuk menghasilkan tulang yang kuat. Lebih dari 99 persen kalsium tubuh ada di tulang dan gigi. Tubuh membutuhkan vitamin C untuk menghasilkan kolagen. Keduanya disediakan oleh brokoli. 

Vitamin K yang berperan untuk mencegah dan mengatasi osteoporosis juga disediakan oleh brokoli. Orang yang kekurangan vitamin K dapat mengalami kendala dalam pembentukan tulang, seperti masalah tulang keropos dll. 

3. Meningkatkan daya tahan tubuh 

Vitamin C adalah antioksidan yang dapat menunjang sistem daya tahan tubuh. Antioksidan ini juga dapat mencegah kanker, penyakit kardiovaskular, katarak, dan anemia. Vitamin C juga dapat membantu mengurangi gejala pilek dan mempersingkat waktu sakit pilek. 

4. Menyehatkan kulit 

Vitamin C membantu tubuh memproduksi kolagen, yang merupakan sistem pendukung utama untuk sel, organ tubuh, termasuk kulit. Sebagai antioksidan, vitamin C juga dapat membantu mencegah kerusakan kulit, termasuk keriput akibat penuaan. 

Penelitian menunjukkan, vitamin C dapat berperan dalam mencegah atau mengobati kondisi kulit seperti herpes zoster dan kanker kulit. 

5. Melancarkan pencernaan 

Kandungan serat dalam brokoli dapat menjaga BAB tetap teratur, mencegah sembelit, mempertahankan pencernaan yang sehat, dan menurunkan risiko kanker usus besar. Pada 2015, studi menemukan bahwa orang yang rajin mengonsumsi serat lebih kecil kemungkinannya terkena kanker kolorektal dibandingkan mereka yang mengonsumsi sedikit serat. 

Secangkir brokoli bisa menyumbang tujuh persen kebutuhan serat per hari. 

Begitu bayaknya manfaat brokoli lainnya selain yang disebutkan diatas. Karena itu, Anda wajib memasukkan brokoli sebagai bahan masakan untuk keluarga di rumah, minimal seminggu sekali untuk menjaga kesehatan. 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani