Netral English Netral Mandarin
22:04wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
BSI Gandeng BPM Istiqlal Optimalkan Fungsi Masjid Untuk Penguatan Ekonomi Umat

Kamis, 28-Oktober-2021 22:40

Ilustrasi ekonomi syariah
Foto : Twitter @ekonomisyariah
Ilustrasi ekonomi syariah
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menandatangani nota kesepahaman tentang pengabdian masyarakat serta pemanfaatan dan penggunaan produk dan jasa, sebagai upaya mengoptimalkan fungsi masjid untuk penguatan ekonomi umat.

Salah satu dasar kesepakatan kedua pihak adalah untuk mengoptimalkan fungsi masjid, selain sebagai kegiatan ibadah, juga untuk memperkuat ekonomi umat dengan mengoptimalkan layanan produk perbankan dari BSI.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam sambutannya mensyukuri adanya kerjasama strategis dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal, yang juga memiliki visi membangun karakter umat yang baik serta membangun perekonomian bangsa melalui pemakmuran masjid.

“Memasuki digital era 4.0 saat perubahan secara cepat dan dinamis mengharuskan seluruh elemen untuk menjawabnya melalui digitalisasi ekosistem halal sehingga dapat diimplementasikan dari hulu hingga hilir,” ujar Hery dalam sambutannya sebelum penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (28/10/2021). 

Dia menegaskan seluruh elemen baik perbankan syariah, e-commerce, fintech, lembaga finansial syariah maupun masjid perlu mengambil peran ini sehingga potensi ekonomi kerakyatan melalui pengumpulan ZISWAF yang diperkirakan mencapai Rp 500 triliun, dapat dikelola dengan baik, transparan, digital sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi ini dengan baik.

BSI, tegas Hery, akan menyiapkan layanan digitalisasi masjid untuk mempermudah akses seluruh masjid yang terintegrasi di bawah binaan Badan Pengelola Masjid Istiqlal dalam mengelola keuangan, termasuk pengumpulan dana masjid dan ZISWAF serta akses informasi kepada jamaah melalui aplikasi digital masjid.

“Harapannya akses keterbukaan infomasi keuangan, informasi ibadah maupun kajian masjid dapat diakses secara realtime di manapun dan kapanpun,” lanjutnya.

Hery berharap keberadaan BSI bisa menjadi satu kesatuan ekosistem halal yang menjadi bagian dalam kegiatan aktifitas Badan Pengelola Masjid Istiqlal serta kehidupan masyarakat Indonesia.

“Hal ini juga menjadi sebuah spirit bagi kami selain sebagai bank syariah terbesar di Indonesia juga memberikan kemaslahatan berkelanjutan bagi umat dengan sistem perbankan sesuai prinsip syariah, modern dan digital,” tutup Hery.

BSI berkomitmen dalam penyediaan layanan Quick Response Indonesia Standart (QRIS), Penggunaan Layanan Aplikasi Digital Masjid, layanan net banking & Cash Management System BSI, dan fasilitas KUR & SME BSI untuk UMKM serta penyediaan dan pemanfaatan jasa perbankan syariah lainnya.

Dukungan pada transaksi sosial keagamaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) terus digencarkan BSI melalui penyaluran zakat perseroan, di mana per September 2021 nilainya mencapai Rp72,48 miliar.

Pendistribusian zakat berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan BSI scholarship sebanyak 500 mahasiswa, BSI Care serta program 14 desa berdaya sejahtera Indonesia.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi