Netral English Netral Mandarin
21:41 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Buat Penembakan Enam Anggota FPI, Netizen: Semoga Kau Terima Siksaan Pedih Dunia dan Akhirat

Jumat, 11-December-2020 14:20

Ilustrasi Penembakan
Foto : Istimewa
Ilustrasi Penembakan
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh petugas Polda Metro Jaya menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan. Salah satu netizen bernama Cut Sarina mengutuk keras aksi tersebut.

Melalui akun twitternya, @sarina_cut mengatakan, aksi penembakan tersebut membuatnya teringat atas penembakan yang dialami sang paman di Aceh saat diberlakukan daerah operasi militer (DOM).

Dirinya juga menyatakan bagi mereka yang telah membuat anak-anak menjadi seorang yatim, semoga menerima siksaan yang pedih di dunia dan akhirat.



"Kejadian penembakan anggota FPI membuatku teringat akan om ku yg di Tembak di Aceh saat DOM,buat kalian yg udh buat adek adeku jd Yatim semoga kau terima siksan yg pedih di dunia dan akhirat," cuit Sarina dalam akun Twitternya.

Tak lupa dirinya memanjatkan doa kepada sang paman yang telah menjadi korban penembakan. "Alfatiha Teuku Alamsyah (Om Syah)," lanjutnya.

Untuk diketahui, bentrokan terjadi antara polisi dan anggota FPI di Jalan Jakarta Cikampek KM 50. Akibatnya, enam orang anggota FPI meninggal dunia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut bentrokan ini bermula ketika polisi yang sedang melakukan penyelidikan terkait rencana pengerahan massa mengawal Habib Rizieq mendapat serangan.

Karena membahayakan keselamatan, polisi pun kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur yang membuat 6 orang anggota FPI meninggal dunia.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga sebanyak 6 orang meninggal dunia” ujarnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati