Netral English Netral Mandarin
14:19wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Bukan di Timur Tengah, Kurma Ini Ditanam di Kediri Sejak 2017, Sekarang Sudah Panen

Selasa, 06-April-2021 20:00

Pohon kurma yang ditanam di Kediri, Jawa Timur kini sudah mulai berbuah.
Foto : antaranews.com
Pohon kurma yang ditanam di Kediri, Jawa Timur kini sudah mulai berbuah.
28

KEDIRI, NETRALNEWS.COM - Warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil melakukan budi daya pohon kurma dan saat ini sudah panen dengan produksi buah yang dihasilkan cukup bagus.

"Riset awal itu pada 2017 dan sekarang umurnya 3,5 tahun dan sudah panen," kata KH Mustain Anshori di Kediri, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, ia sengaja melakukan riset pohon kurma. Pohon itu biasanya banyak dibudidayakan di Timur Tengah, namun saat ini dicoba untuk ditanam di Kabupaten Kediri. 

Salah satu lokasi yang ditanam adalah Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Secara total dirinya menyiapkan lahan hingga 2 hektare yang tersebar di beberapa distrik termasuk di rumah warga. Di Desa Punjul, saat ini terdapat 87 pohon yang sudah dewasa dan ada yang sudah mulai berbuah.

Namun, belum semuanya berbuah dengan baik dan masih satu pohon yang buahnya cukup bagus hingga panen. Salah satu faktornya karena cuaca. Hujan membuat buah kurma rontok.

Jenisnya juga berbagai macam termasuk jenis Degled Noor yang berasal dari Tunisia. Pohon kurma itu tumbuh dengan baik di tanah warga, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Pohon kurma itu bahkan ditanam di belakang rumah dekat dengan kandang kambing. Pohon itu bisa berbuah dan buahnya cukup bagus.

Diperlukan waktu sekitar enam bulan mulai dari bunga hingga siap dikonsumsi. Saat panen perdana, bisa menghasilkan antara 7-8 kilogram buah.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri itu, rasa dari buah kurma jenis Degled Noor tersebut sama dengan rasa tanaman itu ditanam di Tunisia.

"Rasanya cocok dengan lidah orang Indonesia. Manis seperti buah sawo," kata dia.

Ia juga mengaku dalam riset ini melibatkan warga untuk bercocok tanam. Tanaman ditanam di lahan mereka sambil terus dilakukan evaluasi. Ia ingin ke depan tanaman itu bisa tumbuh baik dan buah bisa menjadi pendapatan tambahan untuk keluarga.

"Untuk di belakang rumah, harapan saya orang rumah seperti ibu rumah tangga ada pendapatan," kata dia.

Dirinya mengakui untuk riset ini memang memerlukan waktu. Sejak awal penelitian pada 2017 hingga kini, berbagai media tanam dicoba termasuk di lahan milik warga Desa Punjul, Kecamatan Gurah ini.

Dirinya berharap, riset ini berhasil dan budi daya pohon kurma ini berhasil tumbuh dengan lebih baik.

Sementara itu, Kepala Desa Punjul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri Agus Pamuji mengaku sangat senang di daerahnya ada riset budi daya pohon kurma ini. Ia juga berharap ke depan pohon kurma tumbuh semakin baik, sehingga bisa menjadi destinasi wisata.

"Kami berharap pohon bisa tumbuh dengan baik," kata Agus, seperti dilansir Antara.

Fenti Nur, salah seorang warga yang mencicipi buah kurma yang dipetik di panen perdana itu mengaku senang, karena bisa mencicipi buah kurma yang segar.

"Rasanya segar, ada manisnya juga. Ini enak," kata Fenti. 

Reporter :
Editor : Irawan HP