Netral English Netral Mandarin
13:44wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Buntut Perusakan Makam Non Muslim Gibran Tutup Sekolah, Mustofa: Kalau Beliau Tahu Koruptor Triliunan, Bisa Ditutup Itu Partai

Rabu, 23-Juni-2021 17:50

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Twitter/Mustofa Nahrawardaya
Mustofa Nahrawardaya
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka  menyatakan tegas menutup sekolah tempat anak-anak yang merusak makam nonmuslim, politikus Mustofa Nahrawardaya memberikan sindiran keras. 

Mustofa mengandaikan kalau Gibran tahu ada koruptor di suatu partai, maka parti tersebut bakal ditutup.

“Wah, kalau beliau tahu ada koruptor besar triliunan di sebuah Partai Politik, bisa ditutup itu parpol,” kata Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitternya, Rabu 23 Juni 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, terkait perusakan sejumlah belasan makam atau kuburan di Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan tegas menutup sekolah yang juga diduga tidak berizin yang muridnya diduga melakukan perusakan tersebut.

Selain itu, menurut Gibaran, sekolah tersebut melanggar Surat Edaran No 067/1869 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis (PPKM) Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satuan Tugas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Solo.

Dalam surat edaran atau SE nomor 7 huruf b poin 4 dijelaskan sekolah yang ingin menggelar tatap muka harus memdapatkan izin dari wali kota sesuai kewenangannya melalui rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Solo.

"Sekolahnya apakah sudah berizin? Kok selama penutupan sekolah ini (masih Covid-19) kok bisa tatap muka (pembelajaran tatap muka/PTM). Izinnya seperti apa. Yang lain tutup (daring) kok dia PTM. Dari prokesnya aja sudah tidak tepat. Yang jelas sekolahnya harus ditutup,” tegas Gibran di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa 22 Juni 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati