Netral English Netral Mandarin
04:05wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Buntut Polemik Pernikahan, Lesty Kejora dan Rizky Billar Terancam 10 Tahun Penjara

Kamis, 07-Oktober-2021 08:15

Lesty dan Rizky akan terancam 10 tahun penjara.
Foto : Instagram Lesty
Lesty dan Rizky akan terancam 10 tahun penjara.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Buntut dari polemik pernikahan siri dan rangkaian pernikahan yang disiarkan televisi, membuat Pedangdut Lesty Kejora dan Rizky Billar terancam 10 tahun penjara. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Kongres Pemuda Indonesia Jawa Timur Edi Prastio yang melaporkan Lesty dan Billar (Leslar) atas dugaan pembohongan publik. 

 

Pihak Edi menilai, Leslar melanggar Peraturan Hukum Pidana, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, pasal 14 dan 15. Tetapi Edi tegaskan, laporannya dibuat untuk tujuan edukasi untuk masyarakat, bukan untuk memenjarakan Leslar. 

 

“Barang siapa melakukan pemberitaan atau memberikan informasi bohong, itu ada ancaman maksimal 10 tahun. Supaya hal ini clear di masyarakat” terang Edi menyebut isi pasal, dikutip dari pernyataannya di Langit Entertainment, Kamis (7/10/2021). 

 

Lebih lanjut Edi jelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, tetapi belum ada jawaban pasti. Pihaknya lantas berkoordinasi dengan Komisioner KPI Daerah Jawa Barat, yang membenarkan bahwa terjadi pembohongan publik baik pada stasiun televisi dan juga Leslar, sehingga melanggar hukum. 

 

“Karena gunakan frekuensi publik, di dalam Undang-undang Penyiaran, Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 36, barang siapa melakukan pemberitaan bohong atau tontonan bohong, terjerat pasal dan denda. Kalau tidak salah denda sekitar Rp 50 Juta, tapi ada ancaman kurungan, kurang lebih 4 tahun,” terang Edi. 

 

Edi jelaskan latar belakang menyeret Leslar ke ranah hukum karena melihat di media sosial dan entertainment bahwa Leslar sudah menikah siri. Leslar juga kembali akad nikah dan mengadakan seremonial di televisi. Diketahui Edi, apa yang disiarkan di televisi menurut pengakuan pihak Leslar adalah pernikahan yang dicatat secara agama. 

 

“Padahal seyogyanya tidak seperti itu. Apalagi ada desakan warganet, kok kelihatan hamil duluan. Pihak Leslar sudah nyatakan nikah siri, menepis tudingan hamil di luar nikah,” terang Edi. 

 

Baik diakui maupun tidak, Leslar adalah milik publik yang harus memberikan edukasi pada masyarakat. Tetapi yang disayangkan, Leslar melakukan sebuah mekanisme yang tidak benar dalam pencatatan nikahnya. 

 

Sepengetahuan Edi berdasarkan Panduan Lembaga PBNU, setelah nikah siri, Leslar melakukan sidang isbat. Apabila mau mencatatkan pernikahan di KUA, tidak perlu melakukan ijab kabul lagi. 

 

“Tidak ada dalam hukum fiqih (ijab kabul dua kali), kalaupun ada itu lemah. Hukum fiqih mana? Hambali? Syafii? Hanafi? Atau mazhab lain-lainnya? Itu yang kami tekankan hukum syariat,” tegas dia. 

 

Di negara sendiri, itu diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Mekanisme hukum negara adalah, apabila sudah melakukan pernikahan di bawah tangan, pernikahan siri, pernikahan agama, cukup didaftarkan melalui pengadilan agama secara isbat dan putusan isbat nanti disampaikan ke KUA untuk dicatatkan secara negara. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani