Netral English Netral Mandarin
12:39wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Bupati Banjarnegara Jadi Tersangka KPK, Netizen: Gaya Selangit Ternyata Maling Juga

Sabtu, 04-September-2021 08:58

 Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono
Foto : Inews.id
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar Bupati Banjarnegara dinyatakan sebagai tersangka korupsi oleh KPK langsung menjadi sorotan warganet. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu 4 September 2021, banyak netizen mengecam Budhi Sarwono mengingat pernyataan-pernyataan sebelumnya yang sering mengundang kontroversi.

MLT: “Eh eh ternyata eh ternyata ada berita beriti bikin gak nyangka...yah mas AHY gimana nih.”

Arry Lesmana S: “Seperti biasa, vokal dan nyaring hanya menutupi aibnya...”

Yohanes Ary: “Gaya selangit songong ...trnyata maling nggak beda am big bosnya garong.”

Tini Jayadi: “Buah menunjukkan pohonnya.”

Dien Novita: “Sok vocal ternyata maling juga....”

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang jasa di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Tahun 2017-2018. Budhi diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek pengadaan di Banjarnegara mencapai Rp 2,1 miliar.

Penetapan Bupati Banjarnegara sebagai tersangka disampaikan Ketua KPK Firly Bahuri dalam konfrensi pers di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

“Setelah KPK melakukan penyelidikan, maka kita menemukan adanya bukti permulaan yang cukup dan kita tingkatkan ke penyidikan. Menetapkan dua tersangka antara lain BS dan KA. BS adalah Bupati Banjarnegara Periode 2017-2022,” kata Firly Bahuri.

Firly menjelaskan, KA (Kedy Afandi) yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini merupakan orang dekat Budhi Sarwono.

Kepada para tersangka disangkakan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Adapun Pasal 12 huruf i tersebut berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan pengadaan atau persewaan yang pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.

Selain itu, disebut Firly, para tersangka juga dapat dikenakan pasal 12 b, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KHUP.

Firly mengatakan bahwa BS pada September 2017 usai dilantik sebagai bupati memerintahkan orang kepercayaannya yaitu KA untuk memfasilitasi pertemuan dengan asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Banjarnegara.

Adapun KA merupakan ketua tim sukses Budhi Sarwono saat mengikuti Pilkada Banjarnegara.

“Untuk itu serng dilakukan rapat koordinasi yang diadiri para wakil asosiasi jasa konstruksi yang bertempat di salah satu rumah makan di Banjarnegara” kata Firly.

Dalam pertemuan tersebut KA menyampaikan bahwa perusahaan jasa konstruksi  harus meningkatkan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar 20 persen untuk proyek-proyek di Kabupaten Banjarnegara. Perusahaan pun wajib memberikan fee sebesar 20 persen.

Fee 20 persen itu kemudian dibagi sebanyak 10 persen untuk BS dan 10 persen lagi untuk payment fee. Pertemuan lanjutan dengan asosiasi konstruksi pun dilakukan di rumah pribadi Budhi Sarwono.

Budhi Sawrwono juga diketahui ikut mengatur pemenang lelang dari proyek-proyek di Banjarnegara. “BS juga diketahui mengikutsertakan perusahaan keluarga dan menentukan pemenang lelang,” kata Firly dinukil Kompas.tv.

Firly mengatakan, sebelum proyek dikerjakan, Budhi Sarwono sudah terlebih dulu menerima fee. Total penerimaan Budhi Sarwonoi dari praktek semcam itu mencapai Rp 2,1 miliar rupiah.

Setelah menetapkan Budhi Sarwono sebagai tersangka KPK langsung melakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari yaitu sejak 3 September 2021 hingga 22 September 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati