Netral English Netral Mandarin
03:42wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Bupati Jember Akui Terima Honor Pemakaman COVID-19 Rp70 Juta, Kok Bisa Makan dari Uang Orang Susah?

Sabtu, 28-Agustus-2021 12:25

Bupati Jember Hendy Siswanto
Foto : Instagram/Hendy Siswanto
Bupati Jember Hendy Siswanto
22

JEMBER, NETRALNEWS.COM - Tergelitik dengan kabar Bupati Jember Hendy Siswanto telah mengakui telah menerima honor dari anggaran susunan petugas pemakaman COVID-19. Totalnya sekitar Rp 70 Juta, Denny Siregar mengunggah cuitan sentilan.

Denny mempertanyakan kok bisa seorang Bupati mau menerima uang dari warganya yang sedang susah.

“Kok bisa ya, makan dari uang orang yg sedang susah??” kata Denny Siregar, Sabtu 28 Agustus 2021.

Sebelumnya diberitakan, besaran honor yang diterima Hendy, Sekda dan dua pejabat BPBD Jember sama. Yakni Rp 100 ribu per pemakaman. 

"Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang monitoring dan evaluasi (Monev)," kata Hendy, Kamis (26/8/2021).

"Besaran honor itu setiap pemakaman atau ada yang meninggal Rp 100 ribu. Kalau tidak salah. Untuk jumlahnya kok sampai kurang lebih Rp 70,5 juta? Karena itu total dari banyaknya korban yang meninggal akibat COVID-19 itu, 705 orang," jelasnya.

Menurut Hendy, honor yang diterimanya itu sesuai dengan regulasi yang ada dan sudah ditentukan. "Terus terang saja, adanya honor itu sesuai dengan regulasi. Saya juga taat dengan regulasi yang saya ikuti," terangnya.

Secara regulasi, kata Hendy, hal itu sudah lumrah dan ada di setiap pemerintahan di Indonesia. Termasuk kaitan tentang pemakaman COVID-19.

"Yang terus terang saja setiap kegiatan itu ada tim monitoring yang di dalamnya ASN semua, yang menerima honor yang sama," terangnya.

Kegiatan monitoring itu, lanjutnya, dilakukan selama 24 jam. Karena orang yang meninggal akibat COVID-19 selalu terjadi selama sehari penuh.

"Dari pagi sampai malam banget. Bahkan pada bulan Juni-Juli kemarin itu, tinggi-tingginya korban yang meninggal karena COVID-19. Sehingga totalnya cukup besar honor yang diterima," katanya dinukil detik.com.

Sementara polisi tengah menyelidiki dugaan korupsi anggaran pemakaman COVID-19 di Jember. Pihaknya akan memanggil sejumlah pejabat

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P