Netral English Netral Mandarin
23:23wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Busyet! Dana Masjid dan Gereja Sama-Sama Dikorupsi, Netizen: Agama Buat Cari Duit

Rabu, 06-Oktober-2021 11:57

Ilustrasi Korupsi dana masjid dan gereja
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi Korupsi dana masjid dan gereja
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menyoroti dua kasus korupsi.  Yang satu dana pembangunan masjid Sriwijaua di Sumsel dan satunya korupsi dana gereja di Sintang.

“Di Sumsel korupsi dana pembangunan masjid. Di Sintang korupsi dana pembangunan gereja. Agama buat cari duit...,” kata Eko Kuntadhi.

Untuk diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) menahan empat tersangka korupsi dana hibah gereja di Kabupaten Sintang sebesar Rp299 juta. 

Empat tersangka yakni pendeta, anggota DPRD, dan PNS. "Tim Penyidik menahan empat orang tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan gereja di Kabupaten Sintang yang dititipkan di Rutan Kelas IIA Pontianak," ujar Kepala Kejati Kalbar Masyhudi di Pontianak, Senin (4/10/2021). 

Masyhudi menjelaskan keempat tersangka yakni JM yang merupakan pendeta, TI anggota DPRD Kalbar, TM anggota DPRD Sintang, dan SM seorang PNS. 

Penyidik Kejati Kalbar telah menemukan dua alat bukti kuat untuk menetapkan keempatnya sebagai tersangka dan melakukan penahanan. 

"Hasil audit BPKP kerugian sebesar Rp241 juta," ujarnya. 

Modus yang dilakukan yakni penerimaan dana hibah itu tidak melalui prosedur yang berlaku. Selain tidak ada proposal dan verifikasi, dana hibah dikirim melalui rekening pribadi.

Masyhudi mengatakan, penahanan keempat tersangka akan dilakukan hingga 20 hari ke depan. Tindakan ini dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan dan mencegah tersangka menghilangkan barang bukti. 

"Tujuan dari pemberian hibah tersebut agar jemaatnya bisa dengan nyaman melakukan ibadah, tetapi malah dikorupsi oleh keempat tersangka tersebut," katanya.

Korupsi dana masjid

Sementara kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya yang menyeret Alex Noerdin sebagai tersangka terus bergulir. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) resmi menetapkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut.

Kedua tersangka itu yakni, Kabid Anggaran BPKAD yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, Agustinus Antoni dan Tim Leader Pengawas PT Indah Karya, Loka Sangganegara.

"Tentunya (penetapan status tersangka) memang tidak terlepas dari jabatan atau kuasa yang mereka (Antoni dan Loka) pegang saat itu," kata Khaidirman kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, Agustinus Antoni dinilai penyidik memiliki peran dalam penganggaran dana hibah. Sedangkan tersangka Loka Sangganegara dinilai turut bertanggung jawab atas pembangunan masjid yang ternyata bermasalah tersebut.

"Itu adalah hasil penyidikan. Tentunya penyidik sudah memiliki cukup bukti untuk menetapkan keduanya menjadi tersangka," katanya.

Khaidirman mengatakan, dari penetapan ini, kedua tersangka selanjutnya akan menjalani penahanan selama 20 hari untuk kelengkapan proses penyidikan.

"Setelah seluruh berkasnya lengkap, akan segera kita limpahkan ke pengadilan untuk disidang," katanya.

Pantauan di lapangan, dengan posisi tangan diborgol dan menggunakan rompi tahanan, kedua tersangka keluar dari gedung Kejati Sumsel sekira pukul 17.45 WIB.

Sebelumnya, kejaksaan menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Penetapan tersangka itu dikonfirmasi oleh Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) Victor Antonius Saragih.

"Ya sudah (ditetapkan tersangka)," kata Viktor melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (22/9).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P