Netral English Netral Mandarin
14:19 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Buzzer Catut Nama Gus Mus buat Serang FPI adalah Sebuah Kebodohan

Selasa, 15-December-2020 11:45

Foto : NU Online
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Belakangan nama ulama dan budayawan kondang KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menghiasi ranah media sosial (medsos). Sayangnya nama besar tersebut digunakan pihak buzzer untuk menyerang Front Pembela Islam (FPI).

Terkait hal tersebut, pegiat media sosial (medsos) Darmansyah menilai, yang dilakukan para pendukung Jokowi mencatut nama seorang tokoh untuk menyerang kelompok lain, bukti sudah kehabisan ide atau istilahnya tidak kreatif.

Menurutnya, kejadian itu sebagai bukti pendukung Jokowi tidak mampu berhadapan dengan FPI yang belakangan ini sedang berhadapan dengan penegak hukum.



\"Sikap itu sebetulnya menunjukan kebodohan, ada kesan tidak kreatif sekaligus kehabisan ide,\" kata Darmansyah, Selasa (15/12/2020).

\"Saya menilai, tim buzzer pemerintah terkesan sudah tidak siap berhadapan dengan FPI, makanya mereka memakai nama tokoh agama yang dianggap bisa melawan kepada FPI,\" tambahnya.

Darmansyah mengungkapkan, tim buzzer sekaligus pendukung pemerintah tidak patut mencatut nama orang lain seakan-akan mendukung apa yang dilakukannya. Karena pada dasarnya yang dilakukan para pendukung Jokowi adalah lempar batu sembunyi tangan.

\"Apalagi mencatut nama seorang sesepuh seperti Gus Mus, dosanya luar biasa besar. Bisa kena azab yang tiada ampun. Tapi mungkin para buzzer pendukung Jokowi tidak takut dosa dan kena azab,\" tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, putri ulama sekaligus budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Lenas Tsuroiya, dibuat meradang lantaran nama ayahnya dicatut dalam berbagai karya tulisan hingga video. Ironisnya, pencatutan itu digunakan untuk menyerang organisasi kemasyarakatan (ormas) FPI.

Gus Mus adalah sosok berpengaruh dan kharismatik. Namanya kerap dicatut untuk melegitimasi tujuan tertentu bahkan dalam upaya provokatif. Terkait itu, kata Lenas, tidak hanya terjadi saat ini namun sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu.

\"Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FPI, lakukanlah dengan cara yang baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara-gara ulah kalian. Stop it!,” ujar Ienas melalui akun Twitter miliknya @tsuroiya, dikutip Senin (14/12/2020).

 

 

 

 

Reporter : Wahyu Praditya Punomo
Editor : Sulha Handayani