Netral English Netral Mandarin
19:57wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
BW, ICW, hingga PKS Sudah Ditraktir Makan Malam oleh Anies? DS: Semua Terkendali Asal Ada...

Senin, 30-Agustus-2021 08:34

Bambang Widjojanto dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Bambang Widjojanto dan Denny Siregar
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak tanggung-tanggung, Denny Siregar menmyentil mulai dari Gubernur Anies Baswedan, Bambang Widjojanto, ICW hingga PKS terkait polemik interpelasi Formula E. 

“Semua terkendali, asal ada yang bisa mengkoordinasi..,” kata Denny menyindir dan menuding koordinasi di antara mereka. 

“Iya ya, gua juga heran. Kemana suara @antikorupsi ICW yang biasanya keras ? Kok gak pernah kedengaran sekalipun ributkan kasus2 di Jakarta?  Apa sudah ditraktir makan malam juga sama mas Bambang?” imbuh Denny melalui akun Twitternya, Minggu malam 29 Agustus 2021. 

Ia juga sentil PKS.

“Kata anggota fraksi dr PKS, ‘Interpelasi Formula E, membuat jarak antara eksekutif dan legislatif.’ Jadi pengennya PKS dan konco2nya yg makan bersama itu, antara eksekutif dan legislatif harus gandengan tangan gitu? Maaf, itu anggota DPR atau tim TGUPP??” kata Denny.

“Interpelasi atau hak BERTANYA anggota dewan kepada eksekutif. Nanya doang. Gak usah panik.. Kalau ada yang panik, trus ribut, trus undang2 anggota dewan lain, trus telpon2, itu berarti ada apa2 sama Formula E.. Wah, harus ditanya kalo gini, ada apa?” pungkasnya.

Seperti kita ketahui, Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto dilantik menjadi Ketua Komite Pencegahan Korupsi dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Ibu Kota Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan, Rabu 3 Januari 2018 silam.

Komite tersebut adalah tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) Bidang Pencegahan Korupsi. Anies menyatakan, Komite tersebut merupakan salah satu tugas prioritas yang harus dilakukan pada 100 hari pertama pemerintahan.

“Komite PK Jakarta juga akan menjadi penghubung antara Pemprov DKI dengan masyarakat dan lembaga negara lain seperti KPK dalam melakukan pengawasan serta pencegahan korupsi di DKI," kata Anies di Balai Kota, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Anies pun memperkenalkan anggota komite dari TGUPP itu. Mereka antara lain aktivis hak asasi manusia Nursyahbani Katjasungkana, mantan Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno, dan peneliti ahli tata pemerintahan Tatak Ujiyati. Mantan Ketua TGUPP pemerintahan sebelumnya, Muhammad Yusuf juga memperkuat Komite PK ini.

Di tempat yang sama Bambang mengatakan, komitenya sudah bisa mulai bekerja secepatnya setalah dilantik hari ini. Namun, Bambang sendiri belum menerima SK bagi dirinya untuk langsung bekerja.

"Kami baru dilantik per hari ini dan saya belum tahu SK (Surat Keputusan) nya sudah ditandatangani atau belum," kata Bambang.

Ia menyebut, fokus komitenya dalam waktu dekat adalah konsolidasi internal, merumuskan tonggak penanda jarak (milestone), target kerja, rencana, bentuk koordinasi dan supervisi bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Komite PK dibentuk berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 196 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 187 tentang TGUPP.

Tugasnya adalah mengkaji dan menganalisis kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka Pencegahan Korupsi, memberikan pertimbangan, saran dan masukan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pencegahan korupsi. Anggotanya nanti bertanggung jawab kepada Anies-Sandi.

Kedekatan Bambang dengan Anies-Sandi sudah terjadi sejak Pilkada DKI 2017. Bambang yang juga dikenal sebelumnya sebagai aktivis antikorupsi sebelum bergabung dengan KPK pada 2011-2015 itu adalah bagian dari tim sukses Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati