Netral English Netral Mandarin
07:08wib
DPR mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. PPATK menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.
Calon Kapolri: Tak Boleh Lagi Ada Hukum Tajam ke Bawah Tapi Tumpul ke Atas

Rabu, 20-January-2021 16:10

Komjen Listyo Sigit Prabowo
Foto : Istimewa
Komjen Listyo Sigit Prabowo
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo melakukan silahturahmi ke tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan parpol dan para mantan Kapolri.

Tujuannya dari silaturahmi yang dilakukan Listyo Sigit adalah untuk mengetahui secara langsung seperti apa potret Polri di mata masyarakat dan apa harapan masyarakat ke depan terhadap Polri.

Hal tersebut disampaikan Komjen Sigit saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

"Beberapa waktu yang lalu setelah kami ditunjuk oleh bapak Presiden menjadi calon Kapolri dengan surat resmi yang dikirim ke DPR maka kami melaksanakan kegiatan silaturahmi berkunjung ke tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, sesepuh, termasuk juga rekan-rekan yang ada di partai, serta tentunya juga pimpinan-pimpinan mantan Kapolri," kata Komjen Sigit.

"Kami ingin mengetahui langsung apa harapan masyarakat tentang Polri, bagaimana potret Polri di mata masyarakat, karena itu sebagai pijakan kami untuk nantinya kami mengambil langkah-langkah kebijakan terkait program kerja pada saat nanti kami ditunjuk dan diberikan amanah menjadi Kapolri," sambungnya.

Dari silaturahmi itu, lanjut Listyo Sigit, dirinya mendapat banyak masukan, kritik, saran dan harapan tentang Polri ke depan bagaimana untuk tetap dapat mewujudkan rasa keadilan, menjadi organisasi yang transparan dan tentunya potret-potret lain tentang kondisi saat ini yang harus diperbaiki Polri.

Setelah menerima banyak masukan, kritik, saran dan harapan dari berbagai pihak, Kabareskrim Polri ini bertekad jika ia diberi amanah menjadi Kapolri maka ke depannya tidak boleh lagi penegakan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Sebagai contoh ke depan, tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh lagi ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum. Tidak boleh lagi ada seorang ibu yang melaporkan anaknya kemudian ibu tersebut diproses dan sekarang sedang berlangsung prosesnya dan akan masuk ke persidangan," ungkap Listyo.

"Hal-hal seperti ini tentunya ke depan tidak boleh lagi. Ataupun kasus-kasus lain yang mengusik rasa keadilan masyarakat.Betul penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, namun humanis. Di saat ini masyarakat memerlukan penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, bukan penegakan hukum dalam rangka untuk kepastian hukum," jelasnya.

Komjen Listyo menegaskan, dirinya siap merubah wajah Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat, berbasis pada hukum yang berkeadilan, menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi.

"Maka dari itu dalam kepemimpinan saya nantinya, sisi-sisi tersebut tentunya akan menjadi fokus utama yang akan diperbaiki, sehingga mampu merubah wajah Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan masyarakat, Polri yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat berbasis pada hukum yang berkeadilan, dan menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati