Netral English Netral Mandarin
16:52wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Cangkuang, Wisata di Garut Penuh dengan Kecantikan

Senin, 23-Agustus-2021 14:00

Cangkuang, Wisata di Garut Penuh dengan Kecantkan
Foto : Kemenparekraf
Cangkuang, Wisata di Garut Penuh dengan Kecantkan
48

GARUT, NETRALNEWS.COM - Beberapa waktu lalu, sejumlah pemangku industri pariwisata di Garut sempat mengibarkan bendera putih tanda menyerah hadapi pandemi.

Kini, tempat-tempat wisata d Garut siap menyambut kembali para turis dengan berbagai persyaratan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan kunjungan kerjanya ke Desa Wisata Cangkuang yang berada di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, untuk bertemu dan memberikan bantuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parkekraf) yang terdampak pandemi.

Menparekraf Sandiaga Uno seusai meninjau desa wisata dan berkeliling di kompleks Candi Cangkuang, Garut, Jawa Barat, menjelaskan, desa wisata Cangkuang dengan memiliki daya tarik wisata menjadi modal untuk membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan pascapandemi.

“Melihat pengelolaan desa wisata yang melibatkan masyarakat ini sungguh luar biasa, di sini peran dari pemerintah hadir bersama dunia usaha untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tadi kami membagi sembako serta produk ekonomi kreatif berupa pakaian muslim dari Nibras yang dibagikan kepada 100 kepala keluarga di Cangkuang, semoga sedikit bantuan ini dapat memupuk rasa optimisme bangkit dari pandemi,” katanya, Minggu, (22/8/2201).

Nama Cangkuang sendiri diambil dari nama pohon Cangkuang yang ada di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad. Pohon Cangkuang adalah sejenis pohon pandan (Pandanus furcatus). Dulu, daunnya dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar, atau pembungkus gula aren.

Candi Cangkuang menjadi daya tarik yang ada di puncak Kampung Pulo. Pengunjung melihat candi tersebut harus melalui situ (danau) menaiki rakit. Lokasi candi berada di pintu masuk kawasan cagar budaya sekitar 300 meter. Candi Cangkuang dikelilingi perairan dan seperti membentuk sebuah pulau kecil.

“Desa ini memiliki daya tarik wisata seperti candi hingga situ atau danau, potensi tersebut yang kita optimalisasikan sebagai upaya kebangkitan ekonomi nasional berbasis desa wisata. Kita harapkan desa wisata Cangkuang ini menjadi percontohan dan terbukti desa wisata ini menjadi percontohan bagi 4 desa wisata lainnya di Kecamatan Leles dan mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengapresiasi kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno yang memberikan perhatian lebih bagi masyarakat dan pelaku parekraf di Kabupaten Garut. Wabup Helmi menjelaskan Desa Wisata Cangkuang merupakan salah satu desa wisata yang berbasis adat budaya yang terus melakukan inovasi untuk mengembangkan potensi daerahnya agar memiliki manfaat bagi masyarakat desa.

“Terima kasih Pak Menteri, Garut mendapat perhatian yang serius, mudah-mudahan kita berharap ada dukungan dari pusat bagi pengembangan pariwisata di Garut. Desa ini mampu menggali potensi budaya serta potensi yang lain semenjak wisata Cangkuang ini ada. Yang menjadi kekuatan adalah kekuatan musyawarah dan gotong royong yang mampu memberdayakan masyarakatnya agar lebih sejahtera,” ujarnya.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi