Netral English Netral Mandarin
00:58wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Cap Taliban Biadab Berhamburan, Mustofa: Mereka Pikir Kemudian Taliban Murtad lalu Menyembah Tiang Jemuran

Kamis, 19-Agustus-2021 16:45

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Twitter/Mustofa Nahrawardaya
Mustofa Nahrawardaya
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandangan pro dan kontra terhadap kelompok Taliban yang barubaru ini menguasai Afganistan ramai beredar di media sosial. 

Politikus Mustofa Nahrawardaya mengkritik pihak-pihak yang berpandangan negatif terhadap Taliban. 

“Ketawa lagi, lihat pasukan #buzzeRp. Sejak semalam, sampai sore ini, terus ngebom capture berita2 miring Taliban,” kata Mustofa Nahrawardaya. 

“Mereka pikir, setelah menyebar berita2 rekaan itu, kemudian menyebabkan Taliban sadar dan murtad. Kemudian berbondong-bondong menyembah  tiang jemuran,” imbuh Mustofa, Kamis 19 Agustus 2021.

Sementara sebelumnya secara terpisah, Mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean blak-blakan menyoal kemenenangan Taliban yang belakangan ini menjadi sorotan.

Ferdinand menyebut jika kemenangan Taliban tersebut tak patut dibanggakan.

"Saya sepakat dengan Om @edo7545 bahwa kemenangan Taliban tak patut dibanggakan," tulisnya di Twitter dikutip Isu Bogor, Rabu 18 Agustus 2021.

"Kemenangan Taliban tak layak dipuji atau dibanggakan karena itu memuji kemenangan teroris," sambungnya.

Tidak hanya itu, Ferdinand juga mengatakan jika perlakukan Taliban tidak mungkin terjadi di Indonesia.

"Masih banyak anak bangsa ini yang akan melawan dan tidak membiarkan segala bentuk kekerasan, intoleransi, radikalisme, dan terorisme terjadi di negeri ini," tuturnya.

Di akun Twitter-nya, Ferdinand mencoba invetarisir tokoh-tokoh dan akun-akun pendukung Taliban yang menguasai Afgsnistan.

"Ada satu persamaan di antara wajah mereka, sama-sama aneh, aura buruk negatif, terlihat wajah memancarkan kebencian dan tidak manusiawi," pungkasnya. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P