Netral English Netral Mandarin
13:28 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Sindir FPI, Uki: Caplok Lahan Orang, Bangun Properti Lalu Klaim, Ini Kan Cara Zionisme

Sabtu, 26-December-2020 20:40

Foto :
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Front Pembela Islam (FPI) menyatakan siap melepas lahan Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang disomasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII selaku pemilik lahan, tapi dengan catatan harus memberikan ganti rugi.

Sikap FPI itu mendapat sindiran dari juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau Uki. Ia menyebut, FPI yang mencaplok lahan orang, membangun properti kemudian diklaim.

Menurut Uki, apa yang dilakukan ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu merupakan cara Zionisme.



"Mencaplok lahan orang, bangun properti disana, lalu klaim. Ini kan cara Zionisme," tulis Uki di akun Twitter-nya, @Uki23, Sabtu (26/12/2020).

Seperti diberitakan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII selaku pemilik lahan melayangkan somasi meminta pondok pesantren Markaz Syariah pimpinan Habib Rizieq untuk menyerahkan lahan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi somasi yang dilayangkan PTPN VIII, Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya siap melepas lahan tersebut asalkan diberikan ganti rugi.

"Bahwa pihak pengurus MS-MM siap melepas lahan tersebut jika dibutuhkan negara, tapi silakan ganti rugi uang keluarga dan umat yang sudah dikeluarkan untuk beli over-garap tanah dan biaya pembangunan yang telah dikeluarkan," kata Aziz dalam keterangannya, Jumat (25/12/2020).

Aziz mengklaim, Habib Rizieq mendirikan ponpes Markaz Syariah dengan membayar lahan kepada petani setempat, bukan merampas. "Perlu dicatat bahwa masuknya IB HRS dan pengurus yayasan MS-MM untuk mendirikan ponpes yaitu dengan membayar kepada petani, bukan merampas," tegasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli