Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:13wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Catat! Ini 10 Fenomena Antariksa yang  Terjadi di Mei 2021, Nomor 4 Hujan Meteor

Selasa, 04-Mei-2021 16:10

Ilustrasi fenomena antariksa
Foto : Warta Bromo
Ilustrasi fenomena antariksa
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda tertarik dengan fenomena antariksa? Jika ya, informasi yang satu ini tentu tidak boleh Anda lewatkan. 

Pasalnya memasuki bulan Mei, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) menjelaskan ada fenomena astronomi yang akan terjadi sepanjang bulan ini. Fenomena itu mulai dari konjungsi solar uranus hingga konjungsi kuartet aldebaran-merkurius-venus-bulan.

Berikut 10 fenomena antariksa yang akan terjadi pada awal hingga pertengahan bulan Mei 2021 sebagaimana dikutip dari laman, edukasi.sains.lapan:

1. Konjungsi (Solar) Uranus 

Fenomena ini merupakan konfigurasi ketika uranus, matahari, dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Jupiter terletak sejajar dengan matahari. Puncak konjungsi Jupiter terjadi pada 1 Mei pukul 02.44 WIB atau 03.44 WITA atau 04.44 WIT. Konsekuensi dari fenomena ini adalah Uranus tidak akan tampak lagi di langit malam karena sejajar dengan Matahari.

2. Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus

Pada 3-6 Mei, Bulan akan mengalami konjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus selama empat hari sejak 3 hingga 6 Mei 2021. Fenomena ini dapat disaksikan sejak pukul 2.00 waktu setempat hingga berakhirnya fajar bahari (20-24 menit sebelum terbit Matahari) dari arah Timur-Tenggara.

3. Fase Bulan Perbani Akhir

Fenomena ini akan terjadi pada 4 Mei. Fase perbani akhir adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku 90 derajat dan terjadi setelah fase Bulan purnama. 

Puncak fase perbani akhir terjadi pada pukul 02.50 WIB atau 03.50 WITA atau 04.50 WIT. Sehingga, Bulan perbani akhir ini dapat disaksikan ketika terbit sekitar tengah malam dari arah timur-tenggara.

4. Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid

Puncak hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi pada 6 Mei. Hujan Meteor Eta Aquarid aktif sejak 19 April hingga 28 Mei dan puncak aktivitasnya terjadi pada 6 Mei pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA atau 11.00 WIT. 

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik radian (titik asal munculnya hujan meteor) yang terletak di konstelasi Aquarius. Hujan meteor Eta Aquarid berasal dari sisa debu komet Halley yang mengorbit Matahari setiap 76 tahun sekali. 

5. Konjungsi Tripel Aldebaran-Merkurius-Venus

Fenomena akan terjadi pada 12 Mei. Aldebaran (Alfa Tauri, Paricilium) merupakan bintang di konstelasi Taurus yang paling terang di antara bintang penyusun konstelasi Taurus lainnya. Aldebaran akan mengalami konjungsi tripel dengan Merkurius dan Venus pada 12 Mei dan dapat diamati sejak awal senja bahari setelah Matahari terbenam. 

Konjungsi tripel ini akan membentuk segitiga berukuran 5 dan dapat diamati dari arah Barat-Barat Laut ketika Bulan sabit muda (hilal) mulai terbenam.

6. Fase Bulan Baru Mikro (Micro New Moon)

Fenomena ini akan terjadi pada 12 Mei. Bulan Baru Mikro adalah fase Bulan Baru yang waktu kejadiannya berdekatan dengan Apoge Bulan.

Bulan Baru kali ini terjadi pada pukul 01.59 WIB sedangkan Perigee Bulan terjadi tiga jam setelahnya yakni pada pukul 05.09.09 WIB. Jarak geosentrik Bulan ketika fase Bulan Baru adalah 406.507 km dengan diameter sudut menit 29,39 menit busur. Sementara, jarak geosentrik Bulan ketika Perigee adalah 406.512 km dengan diameter sudut 29,39 menit busur.

7. Konjungsi Kuartet Aldebaran-Merkurius-Venus-Bulan 

Fenomena ini akan terjadi pada 13-14 Mei Empat benda langit, yakni Aldebaran, Merkurius, Venus dan Bulan akan mengalami konjungsi kuartet pada 13 dan 14 Mei 2021. Fenomena ini dapat disaksikan ketika awal senja bahari dari arah Barat-Barat Laut. Bulan sabit berumur 1,5 hari berada di dalam segitiga Aldebaran-Merkurius-Venus pada 13 Mei, sedangkan keesokan harinya Bulan telah meninggi dan berada di luar segitiga Aldebaran-Merkurius-Venus.

8. Parade Langit (Aldebaran-Venus-Merkurius-Bulan-Mars-Pollux Segaris)

Fenomena ini menjadi momen yang dinantikan karena beberapa benda langit akan tampak segaris dan membentang dari arah Barat-Barat Laut hingga ke arah Barat Laut ketika akhir senja bahari. Fenomena ini disebut juga sebagai "Parade Langit". Feomena ini akan terjadi pada 15 Mei.

9. Konjungsi Mars-Bulan 

Pada 16 Mei Puncak konjungsi Bulan-Mars terjadi pada pukul 09.13 WIB/10.13 WITA/11.13 WIT dengan sudut pisah 1,67 derajat. Akan tetapi, baru dapat diamati ketika awal senja bahari dari arah Barat Laut dengan sudut pisah 2,89 derajat. 

Keduanya akan berada di atas ufuk selama 3 jam sebelum akhirnya terbenam di arah Barat-Barat Laut dengan sudut pisah 3,69 derajat.

10. Konjungsi Tripel Aldebaran-Merkurius-Venus

Fenomena ini akan terjadi pada 16-19 Mei. Setelah mengalami konjungsi tripel pada 12 Mei, konjungsi kuartet Bersama Bulan pada 13 dan 14 Mei, serta parade langit pada 15 Mei, Aldebaran kembali mengalami konjungsi tripel dengan Merkurius selama empat hari sejak 16 hingga 19 Mei 2021. Fenomena ini dapat disaksikan ketika awal senja bahari di arah Barat-Barat Laut. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto