Netral English Netral Mandarin
02:48wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Catat, Ini Manfaat dan Bahaya Konsumsi Rumput Fatimah pada Ibu Hamil

Kamis, 01-April-2021 11:21

Ibu hamil dan rumput fatimah.
Foto : freepik.com
Ibu hamil dan rumput fatimah.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru –baru ini viral di media sosial, kasus janin yang meninggal karena ibu yang sedang hamil sempat konsumsi herbal berupa Rumput Fatimah. Lantas apa sebenarnya Rumput Fatimah?

Rumput Fatimah diketahui merupakan tanaman berbunga di keluarga Primulaceae yang berasal dari Malaysia. merupakan tumbuhan kecil, berkayu dan berdaun dengan panjang daun 20cm, dan tumbuh luas di bawah naungan lantai hutan tropis. 

Seorang Dokter bernama dr Rizal Fitni SpOG mengaku sempat menangani kasus emergency, ibu hamil yang konsumsi Rumput Fatimah. Pasiennya sempat melahirkan sesar dan bekas jahitan alami robekan di bekas operasi. 

Beruntung, pasien bisa ditangani segera dan ibu beserta bayi bisa diselamatkan. Diketahui Rumput Fatimah sifatnya merangsang kontraksi kelahiran, padahal pembukaan belum ada pada kasus tersebut.  

“Rumput Fatimah berasal dari Malaysia. Rumput ini juga banyak dijumpai di Negara Arab, sehingga banyak jamaah ketika pulang membawa oleh –oleh Rumput Fatimah,” kata dia, dikutip dari video penjelasan yang dia unggah di media sosial. 

Lebih lanjut dia jelaskan bahwa Rumput Fatimah memiliki kandungan menyerupai oksitosin. Diketahui oksitosin adalah hormon pada manusia yang berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim/uterus sehingga mempermudah dalam membantu proses kelahiran.

“Dia (rumput fatimah) juga uterotonik, yakni membangkitkan kontraksi, merangsang kontraksi. Rumput fatimah meningkatkan reseptor oksitosin sehingga kontraksi ibu bisa terjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya,” jelas dia.

Diakuinya oksitosin biasa digunakan untuk merangsang kehamilan. Misalnya pada kasus kehamilan yang lewat waktu, ketuban pecah, kemudian dirangsang induksinya. 

Tetapi yang membedakan oksitosin dan Rumput Fatimah, biasanya oksitosin itu diberikan pada ibu hamil menggunakan dosis. Oksitosin diberikan pada ibu hamil yang akan melahirkan menggunakan tetesan yang paling kecil, kemudian dilihat perkembangan kontraksinya. 

Apabila perkembangan kontraksi belum meningkat, maka dokter akan menaikkan jumlah tetesan sampai dosis yang maksimal. Saat dosis maksimal sudah diberikan, kemudian dokter akan melakukan evaluasi pembukaan dan penurunan janin. 

“Pada rumput fatimah kerjanya sama, yang jadi problemnya rumput fatimah tidak bisa menakar dosisnya yang diberikan. Jadi sulit untuk menakar,” terang dia. 

Ditambahkannya, apabila rumput fatimah diberikan terlalu sedikit bisa tidak terjadi respon apapun. Tetapi apabila terlalu banyak, akan sebabkan terjadinya partus presipitatus yaitu suatu persalinan yang berlangsung sangat cepat, sehingga kadang jalan lahir untuk belum siap sehingga komplikasi bisa banyak terjadi.

“Sebagai ilustrasi begini, rumput fatimah merangsang kontraksi rahim, ditingkatkan dengan frekuensi kualitas besar, jalan lahir belum terbuka sehingga kepala bayi tidak bisa turun dan rahim terus memeras. Akibatnya dua, bayi cedera, trauma, keracunan ketuban, macem -macem, atau rahim bisa robek,” jelas dia.

Maka dari itu, dia imbu agar ibu hamil berhati –hati pada penggunaan rumput fatimah karena risikonya yang besar. Salah satu faktornya karena tidak bisa dihitung penggunaan dosisnya. 

“Masalahnya tidak bisa dihitung dosis. Ada seteguk, satu botol. Jadi tidak ada ukuran yang pas untuk induksi persalinan,” tegas dia.

Lantas, kapan waktu yang tepat konsumsi rumput fatimah? Menurutnya pada pasien yang telah melahirkan rumput fatimah boleh dikonsumsi karena mampu mengurangi risiko pendarahan. Tetapi meski tidak konsumsi rumput fatimah juga sudah ada banyak obat yang menggantikan fungsi dari rumput fatimah. 

Dimaklumi dia, bahwa ada budaya takut melahirkan lewat waktu dan banyak yang memberi saran untuk konsumsi berbagai rekomendasi agar cepat lahiran. Padahal belum tentu, bahkan bisa berakhir bahaya, misalnya bayi meninggal, rahim robek, kandungan harus diangkat.

“Makanya pemberian obat seperti itu (oksitosin) butuh pengawasan ketat dan komplikasi tidak diinginkan bisa dipantau. Kalau lewat waktu lahiran juga tidak perlu panik, selama ketuban bagus, posisi bagus, masih bisa nunggu sampai 41 minggu. Kalaupun dirangsang biar dokter kerjakan, biar lebih aman,” pesan dia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP