Netral English Netral Mandarin
11:11wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Catat! MUI Sebut Status Imam Besar Habib Rizieq Cuma Buat Organisasinya

Selasa, 15-Juni-2021 12:45

Habib Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas saat menjalani sidang
Foto : Antara
Habib Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas saat menjalani sidang
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Status Habib Rizieq Shihab (HRS) yang diklaim  sebagai imam besar umat Islam Indonesia oleh sejumlah pihak, kini jadi polemik.

Status imam besar HRS menjadi sorotan setelah disinggung jaksa penuntut umum (JPU) dalam replik atau tanggapan atas pleidoi Habib Rizieq di sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran hoaks tes swab di RS Ummi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (14/6/2021).

Dalam tanggapannya, JPU menyebut Rizieq kerap kali melempar tudingan terhadap jaksa dan sejumlah tokoh tanpa dasar yang jelas. Rizieq juga disebut sering mengumpat dengan kata-kata kasar dan tidak etis dalam pledoinya.

Jaksa menilai, tidak sepantasnya Rizieq melontarkan kata-kata tersebut di persidangan, apalagi selama ini eks pentolan FPI itu mengaku mempunyai akhlak yang baik, dan oleh pendukungnya dianggap sebagai guru, sosok yang dituakan, tokoh dan berilmu, bahkan menyandang status sebagai imam besar.

"Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti ini lah dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," kata JPU.  

"Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," jelas jaksa.

Setelah pernyataan jaksa itu, kini status HRS sebagai imam besar pun ramai diperbincangkan publik. Terkait hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan, status imam besar bagi Habib Rizieq diibaratkan sama dengan pemimpin di sebuah organisasi. Dalam hal ini Habib Rizieq sebagai pemimpin di FPI (organisasi yang dibubarkan pemerintah).

Menurutnya, sah-sah saja menggunakan istilah imam besar tapi itu diartikan untuk organisasi atau kelompoknya saja. Sebab, dalam Islam, terdapat beragam organisasi keagamaan dengan sebutan pimpinan yang berbeda-beda. 

 

"Ya boleh aja, istilahnya kan ada istilah ketua umum. Kalau di NU itu ada tanfidziyah, ada syuriah, ada mustasyar kan gitu ya. Kalau ketuanya kemarin Pak Shabri Lubis kan FPI, cuma mereka menggunakan istilah imam besar, kaya dewan pembina. Kan kalau di partai kan ada ketua dewan pembina itu kan dianggap yang paling tinggi," kata Anwar, Senin (14/6/2021), sebagaimana dikutip dari detikcom.  

 

Anwar menjelaskan, seorang ditunjuk menjadi imam besar organisasi itu berdasarkan kesepakatan, bentuknya juga ada pemilihan.

Karenanya, Anwar menegaskan, status imam besar Habib Rizieq merujuk sebagai pimpinan FPI saja, bukan sebagai imam besarnya organisasi islam lainnya, seperti PBNU atau Muhammadiyah. 

 

"Jadi kalau misalkan imam besar Habib Rizieq Shihab, tapi itu hubungannya dengan FPI. Habib Rizieq bukan imam besarnya orang NU, bukan imam besarnya orang Muhammadiyah, tapi imam besarnya FPI, kadang-kadang orang nggak tahu," ungkapnya. 

 

"Ya imam besar umat Islam, tapi umat Islam yang di FPI. Umat Islam itu kan punya organisasi-organisasi itu kan, NU, Muhammadiyah, FPI. FPI rapat menunjuk Habib Rizieq sebagai imam besar. Dia bertanya, dia imam besar apa, dia imam besar umat Islam tapi imam besar yang di FPI. Di NU nggak ada memakai istilah imam besar, di Muhammadiyah nggak ada istilah imam besar," jelasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati