Netral English Netral Mandarin
03:11wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Tempatkan Satgas Covid-19 di Pasar

Minggu, 02-Mei-2021 18:00

Suasana Pasar Tanah Abang
Foto : Istimewa
Suasana Pasar Tanah Abang
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta mulai memperketat pengawasan terhadap pasar-pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya, karena memasuki H-10 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Minggu (2/5/2021).

Pengawasan dilakukan menempatkan Satgas Covid-19 di pasar-pasar tersebut dengan tugas mengantisipasi terjadinya kerumunan dan memastikan para pengunjung pasar menerapkan protokol kesejatan guna mencegah penularan Covid-19.

"Menjelang 10 hari terakhir bulan Ramadhan, segala kebutuhan masyarakat untuk menyambut Idul Fitri 1442 H sudah mulai dipersiapkan. Hal ini menyebabkan beberapa pusat perbelanjaan, seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, ramai pengunjung meskipun masih dalam suasana pandemi," kata Pemprov DKI melalui siaran tertulis, Minggu (2/5/2021).

Sekda Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, mengatakan telah meminta BP BUMD DKI Jakarta untuk mengintruksikan Perumda Pasar Jaya agar aktivitas roda perekonomian tetap berjalan di setiap pasar, namun pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Kita akan mengantisipasi segala potensi terjadinya lonjakan kasus aktif, seperti kegiatan di setiap pasar menjelang Lebaran Idul Fitri. Mulai hari ini hingga seterusnya, kita akan menempatkan Satgas Covid-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan (Prokes). Intinya, setiap pengunjung dilarang memasuki area pasar jika tidak mengenakan masker," kata Marullah.

Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi pengawasan, serta mengatur kembali berbagai langkah dalam menertibkan pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang.

"Kita akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kita tegaskan bahwa tidak ada pelarangan untuk berbelanja di pasar, tapi kita hanya akan mengatur kembali skema pengawasan agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar," ujarnya.

Ia juga menegaskan akan mengatur teknis pengawasan terkait jumlah petugas yang akan ditempatkan di setiap pasar. Hal ini dilakukan agar tidak ada celah dan peluang terjadinya pelanggar protokol kesehatan, karena DKI Jakarta sedang berjuang menekan angka penyebaran Covid-19 tersebut.

“Kita menegaskan bahwa ‘zero tolerance’ bagi pedagang dan pengunjung yang melanggar aturan prokes saat memasuki pasar. Ini tidak hanya di Tanah Abang, tapi di seluruh pasar akan kita tindak bagi yang melanggar,” pungkas Arief.

Seperti diketahui, kasus positif Covid-19 di Jakarta relatif masih tinggi, meski terlihat mulai melandai.

Pada Sabtu (1/5/2021), Jakarta mendapatkan tambahan 207 kasus baru, sehingga secara akumulasi sejak Maret 2020, kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 409.546 kasus.

Dari jumlah itu, 7.155 orang yang masih dirawat/ isolasi, 395.644 orang sembuh (96,6%), dan 6.747 orang meninggal dunia (1,6%).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani