Netral English Netral Mandarin
10:23wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Putus Mata Rantai COVID-19, Doni Monardo: Masyarakat Jangan Pulang Kampung

Selasa, 20-April-2021 21:00

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo.
Foto : BNPB
Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo.
19

BANDA ACEH, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat yang berasal dari luar daerah untuk tidak pulang kampung dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

 

 

“Saya minta kepada saudara semua untuk tidak pulang kampung dulu dalam menghadapi Lebaran Idul Fitri ini karena sangat rentan dan dapat membawa bahaya penularan COVID-19 bagi keluarga terutama orang tua,” katanya di Banda Aceh, Selasa (20/4/2021). 

 

Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat kooordinasi penanganan COVID-19 dan mitigasi bencana Wilayah Aceh yang diikuti Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, unsur Forkopimda Aceh dan kabupaten/kota yang berlangsung secara daring dan luring.

 

Ia menjelaskan larangan mudik yang telah diterbitkan oleh Pemerintah perlu menjadi perhatian lantaran berisiko terjadinya peningkatan kasus. 

 

“Bisa saja orang melakukan perjalanan mudik dalam kondisi sehat namun kemudian terpapar COVID-19 dalam perjalanan, sehingga sangat berpeluang untuk menularkan virus itu ke keluarga dan orang lain di kampung halaman,” katanya. 

 

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk menunda mudik tahun ini demi kebaikan bersama. 

 

“Jangan sampai mudik malah menjadi hal tragis karena kita membawa virus ke kampung dan kehilangan orang yang kita sayangi. Tunda dulu kerinduan bersama keluarga,” kata Doni. 

 

Doni juga mengapresiasi terhadap upaya pencegahan COVID-19 yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan semua pemangku kepentingan serta Pemerintah kabupaten/kota se Aceh. 

 

“Tren kasus terlihat naik tetapi pengendalian di Aceh berjalan bagus seperti melakukan pembatasan pergerakan. Ini merupakan langkah yang tepat untuk memotong mata rantai penyebaran COVID-19,” katanya.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian