Netral English Netral Mandarin
18:27wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Ceramahnya Dipotong, Yahya Waloni: Saya Kasih Mati Kau, Saya Penggal Kepala Kau Nanti!

Kamis, 29-April-2021 16:37

Pendakwah Ustaz Yahya Waloni
Foto : Istimewa
Pendakwah Ustaz Yahya Waloni
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendakwah Ustaz Yahya Waloni naik pitam gara-gara ada orang yang menyela pembicaranya saat berceramah di suatu tempat.

Yahya bahkan mengancam membanting, memenggal kepala hingga membunuh orang tersebut.

Hal itu terlihat dalam video berjudul ‘Pantas Saja Ust Yahya Waloni Di Benci Kafir’ yang diunggah di kanal YouTube Termometer Islam, Rabu (28/4/2021).

Dalam video itu, awalnya Yahya bercerita kepada jemaah tentang kondisi fisiknya yang kurang sehat sehingga tidak bisa berlama-lama di tempat itu.

Yahya mengaku sudah beberapa bulan terakhir mengalami sakit di bagian perut. Meski demikian, Yahya mengatakan dirinya tetap berceramah setiap hari.

“Saya datang di sini mungkin tidak lama karena saya dalam keadaan sakit-sakit. Saya sakit sudah beberapa hari, besok saya langsung mau ke Batam," kata Yahya.

"Jadi saya sudah beberapa malam berdakwah. Siang malam. Kemarin dari Muara Kakus. Gak tahu sakit apa ini, sudah beberapa bulan, di dalam perut,” sambungnya.

Saat bercerita, tiba-tiba seseorang berteriak memotong ucapannya. Dalam video itu tidak terdengar jelas apa yang disampaikan orang tersebut.

Merespons itu, Yahya langsung menengok ke arah datangnya suara. Ia tampak marah hingga melontarkan kata-kata ancaman terhadap orang itu.

“Saya banting-banting kau nanti. Kau mau coba sama saya, ha? Saya kasih mati nanti kau. Saya penggal kepala kau nanti. Kau mau coba saya," geram Yahya Waloni.

Karena tak ada respons balik dari orang  itu, Yahya pun melanjutkan ceritanya soal kondisi fisiknya yang sedang sakit dan padatnya agenda sehingga tenaganya diforsir.

“Jadi saya harapkan ke ibu bapak, jangan kecewa karena beginilah perjalanan seorang pendakwah. Kita enggak bisa paksa. Kalau memang sudah saatnya mati, kemarin saya berceramah di Pekanbaru itu memang forsir betul tenaga saya...," ucap Yahya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati