Netral English Netral Mandarin
10:15wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Cerita Anies Soal Hari dan Tino, 2 Harimau yang Kena Covid Sedang Isoman dan Belum Bisa WFO

Minggu, 01-Agustus-2021 21:15

Anies Baswedan saat menengok Hari dan Tino yang menjalani Isoman di TMR
Foto : Instagram @aniesbaswedan
Anies Baswedan saat menengok Hari dan Tino yang menjalani Isoman di TMR
20

LJAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan kondisi dua harimau Sumatera bernama Hari dan Tino yang didiagnosis positif COVID-19 sejak 15 Juli dan kini harus menjalani isolasi mandiri (isoman) di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan.

"Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan," tulis Anies di akun Instagram-nya, Minggu (1/8/2021).

Anies menyebut kondisi Hari dan Tino kini berangsur pulih. Namun, lanjutnya, dua harimau Sumatera itu tidak harus buru-buru kembali work from office (WFO) lantaran Jakarta masih berlaku PPKM Level 4 dan TMR belum bisa dibuka untuk publik sehingga keduanya punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya.

"Alhamdulillah, Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Walaupun demikian, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4 maka TMR belum bisa dibuka untuk publik. Jadi Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya," ujarnya.

Berikut cerita lengkap Gubernur Anies soal kondisi Hari dan Tino, seperti dikutip dari akun Instagram-nya, @aniesbaswedan.

Dua warga DKI, Hari dan Tino terpapar COVID. Tidak ada pilihan. Mereka harus isolasi. Diputuskan untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Pasokan makanan dan obat dicukupi selama isolasi dan proses penyembuhan.

Di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mereka tinggal. Ya, Hari dan Tino adalah Harimau Sumatera. Mereka didiagnosis positif COVID-19 15 Juli lalu.

Kemarin, sesudah berkeliling ke enam lokasi vaksinasi di Jakarta, menyempatkan diri mampir ke Ragunan untuk menengok pasien COVID yang cukup unik ini.

Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti COVID, yaitu flu, lemas dan sesak napas.

TMR langsung bertindak cepat, memanggil petugas swab paling berani sedunia untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino dan mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor. Ternyata hasil tes PCR menunjukkan Hari dan Tino positif COVID-19.

Kasus satwa terkena COVID-19, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Tentu perawatan satwa terkena COVID-19 ini tidak sama dengan manusia.

Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan.

Alhamdulillah, Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Walaupun demikian, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4 maka TMR belum bisa dibuka untuk publik. Jadi Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya.

Kita berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat cobaan pandemi ini agar kita semua, termasuk Hari dan Tino, bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, dan mereka kembali bisa menyapa para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.

Catatan: foto dan surat hasil tes PCR diunggah sudah atas persetujuan Hari dan Tino.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati