Netral English Netral Mandarin
04:57wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Chandra Liow Tak Miliki Hubungan Dekat dengan Keluarga, Hanya Komunikasi Lewat HP dan Jarang ke Rumah Ortu

Kamis, 16-September-2021 12:45

Kreator konten Chandra Liow.
Foto : Twitter Chandra Liow
Kreator konten Chandra Liow.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Content Creator Chandra Liow ungkap, dirinya tidak memiliki hubungan dekat dengan keluarga, baik itu ayah, ibu, maupun suadara kandung. Mereka biasanya hanya berkomunikasi lewat handphone dan jarang ke rumah orang tua, hanya dua atau tiga kali dalam satu tahun.

Tak heran keadaan ini membuat ayahnya sedih, apalagi Chandra jarang membalas pesan WhatsApp dan kerap tidak mengangkat telepon dari orang tua. Selama ini ayahnya hanya melihat Chandra melalui tayangan video yang diunggah Chandra di Youtube atau menerima informasi dari kerabat apabila Chandra masuk tayangan televisi. 

“Gue minta maaf karena relationship dengan bokap, nyokap tuh nggak dekat. Sama bokap, nyokap tertutup sampai ke keluarga. Nggak ada hubungan deket,” terang Chandra, dikutip dari perbincangannya di Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (16/9/2021). 

Ayahnya pun memahami sifat Chandra, dia tahu anaknya ingin membuktikan bisa mandiri dan berjuang. Tak jarang apabila orang tua menanyakan kabar, Chandra selalu menjawab baik-baik saja. Kalaupun Chandra datang ke rumah, yang dibicarakan hanya soal keberhasilan. Meski sebagai orang tua, ayahnya tahu bahwa Chandra tentu mengalami masalah dikehidupannya. 

Sampai akhirnya Chandra mengabarkan bahwa dirinya sakit, kedua orang tua langsung menjengkuk dan tinggal di rumah Chandra. Chandra yang awalnya menutupi sakit Covid-19 akhirnya ketahuan, setelah mendatangkan layanan medis ke rumah. Bahkan sang ibu di hari ketiga Chandra Isolasi Mandiri (Isoman) ikut terinfeksi Covi-19. 

Chandra yang sakit Covid-19 parah, masuk badai sitokin dan nyaris meninggal merasa beruntung, ditemani ayah yang sehat dan setia di rumah sakit. Ayahnya rela tidak tidur, perhatian memberi minum, dan memberikan dukungan, padahal menahan air mata dan sedih melihat kondisi anaknya. 

Rupanya sebelum Chandra kritis, sang ayah ungkap mengalami mimpi yang dinilai Chandra begitu luar biasa. Mimpi ayahnya itu terjadi sekitar sebulan lalu, berada di beach house alias rumah di pinggir pantai, hanya ada berdua ayahnya dan Chandra. 

“Rumah pinggir pantai, ada teras menjorok ke pantai. Pas saya keluar ke teras, lihat laut hitam dan rumah menjadi hitam. Ada Chandra lagi mau menyelamatkan diri, tapi kiri kanan ular semua, besar,” cerita sang ayah. 

Tidak hanya itu, tampak pula ombak gulung yang begitu besar dan tiba-tiba ada lagi ular yang lebih besar mau menerkam Chandra. Sigap, sang ayah menolong Chandra dan memeluknya. Dia mengarahkan Chandra untuk melihat secercah langit biru dan cerah. 

“Jangan lihat di bawah, lihat itu langit biru. Tiba-tiba ada ular mau naik, di situ saya kebangun tetapi sempat angkat Chandra. Dari pengalaman itu saya pikir, wah jadi ada kekhawatiran. Sehingga saya percaya di saat Chandra kritis bisa diselamatkan,” jelas sang ayah. 

Bagi Chandra, sedikit lucu dan luar biasanya mimpi. Pasalnya ketika mendengar kisah mimpi sang ayah, Chandra juga sempat bermain semuah game. Pada game tersebut, gambarannya mirip dengan cerita mimpi yang dikisahkan ayahnya. 

Chandra mengaku, setelah pulih dari Covid-19 kini dia dan keluarga menjadi saling terbuka dan berkomunikasi. Chandra juga menerima pelajaran bahwa komunikasi suatu hal yang penting, apalagi komunikasi dengan keluarga, rupanya menjadi yang utama.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP