3
Netral English Netral Mandarin
14:40 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Chat Din dan Abdullah di Grup WA “Deklarator KAMI” Diungkap, FH: Ada Kesan Niat Makar Terhadap Presiden

Jumat, 19-Februari-2021 15:14

Deklarator Kami, Din Syamsuddin
Foto : Warta ekonomi
Deklarator Kami, Din Syamsuddin
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean ikut angkat bicara mengenai persidangan kasus demo rusuh dengan terdakwa Syahganda Nainggolan. Dalam persidangan, ahli digital forensic dari Bareskrim Mabes Polri Herman Fransiscus mengungkap isi chat di grup WA “Deklarator KAMI” yang disitu terdapat Din Syamsuddin dan Abdullah Hehamahua.

Menurut Ferdinand, ada kesan mereka yang terdapat di grup WA itu memang berniat makar terhada Presiden, dengan merancang situasi jadi rusuh.

“Ada kesan niat Makar thdp Presiden dalam percakapan itu setelah situasi rusuh atau bila rusuh..!!

Sy jd berasumsi bahwa mrk mgkn sgt ingin terjadi rusuh spy bs meminta presiden mundur atau bahasa terangbya menjatuhkan presiden dgn ciptakan kerusuhan,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Jumat (19/2/2021).

Sebelumnya diberitakan bahwa Herman membacakan isi chat Hehamahua berisi saran pembentukan tim kecil oleh Presidium KAMI. Salah satu pesannya adalah rencana meminta Jokowi mundur apabila terjadi kericuhan demo seperti pada 8 Oktober 2020 di Jakarta.

"Saran: Kalau besok terjadi kondisi seperti tanggal 8 Oktober atau lebih parah, maka Presidium membentuk Tim Kecil (sekitar 7 orang) untuk menemui Presiden guna meminta beliau mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan ke Wakil Presiden. Wakil Presiden bertugas untuk berkoordinasi dengan MPR dalam menyiapkan sidang umum istimewa MPR untuk antara lain menetapkan kembali ke UUD 45 asli," ucap Herman saat membacakan chat Hehamahua di BAP.

"Untuk maksud tsb, perlu ada pembagian tugas di antara Presidium, Komite Khusus dan Komite Eksekutif dan melobi beberapa pihak mengenai hal tsb. Misalnya, Pak Gatot melobi Pak Moeldoko, Pak Din melobi KH Ma'ruf Amin dan Pak Rachmat melobi Pak Mahfud MD. Saya insya Allah akan melobi Ketua MPR. Pak Bachtiar bisa melobi Menko Ekonomi. Demikian dan terima kasih. Itu pada tanggal 12-10-2020 pukul 05.23.42 PM," lanjutnya.

Herman kemudian membacakan lagi dua chat lain dari Hehamahua di grup itu. Chat tersebut berisi soal gerakan mahasiswa dan rekrutmen anggota KAMI yang asal comot.

"Maaf, saya keliru. Cuma, setahu saya, gerakan mahasiswa sejak 65, 74, 77, dan 98 semuanya adalah gerakan moral dan berhasil melengserkan Soekarno dan Soeharto," ujar Herman saat membacakan chat kedua.

"Maaf, memang kurang taktis. Cuma, saya tidak pernah menjadi orang munafik dalam berjuang sejak mahasiswa. Satu pelajaran yang saya petik di grup ini, ternyata rekrutmen anggota pendukung KAMI dan peserta grup WA ini, tidak secure alias asal comot," lanjutnya membacakan chat ketiga dari Hehamahua.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli