Netral English Netral Mandarin
18:15wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Chicco Jerikho Ungkap Pengalaman Kritis dan Nyaris Meninggal karena Sepsis

Minggu, 28-November-2021 09:45

ktor Chicco Jerikho ungkap pengalaman sakitnya.
Foto : Instagram Chicho
ktor Chicco Jerikho ungkap pengalaman sakitnya.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Aktor Chicco Jerikho ungkap pengalaman, sempat kritis dan nyaris meninggal dunia karena sepsis. Keadaan itu dia alami pada September lalu, padahal dia sebelumnya merasa sehat dan rajin olahraga. 

Saat itu, Chicco bangun pagi dan melakukan berbagai aktivitas seperti biasa, salah satunya syuting. Selepas itu, tiba-tiba dia merasa ada yang aneh pada tubuhnya dan dilarikan ke rumah sakit. 

Sesampainya di rumah sakit, tekanan darah Chicco menunjukkan 60/40. Dia bahkan tidak bisa lagi merasakan kakinya, karena begitu dingin. 

“Dingin. Dingin banget kaki gue. Di observasi kaki kanan dan kiri dan dipindahkan ke ruang HCU,” ujar Chicco, dikutip dari perbincangannya di Youtube Daniel Mananta, Minggu (28/11/2021). 

Di ruang HCU, Chicco dibantu oleh alat pemacu jantung. Dia juga dipasang berbagai alat untuk mendukung keadaan tubuhnya agar bisa bertahan. Keadaan itu terjadi selama tiga hari dan dia alami susah napas. 

Awalnya merasa seperti Covid-19, tetapi setelah di Swab PCR sebanyak 3-4 kali, hasilnya negatif. Chicco bersyukur, tetapi dia bingung, sakit apa yang dia alami. 

“Tapi kok gue susah napas. Dikira dokter sitokin, tapi jaraknya terlalu jauh. Gue survivor Covid, Februari kemarin. Dokter bilang ada sepsis. Infeksi dan itu sangat berbahaya,” ujar Suami dari Putri Marino itu. 

Tiga hari berlalu, tiba-tiba Chicco sembuh dan keluar dari HCU. Padahal dokter bilang, beberapa yang alami keadaan demikian tidak selamat. Beruntung Chicco masih bisa bertahan. “Padahal kondisi benar-benar udah buruk,” sambung dia. 

Chicco kenang, saat dalam keadaan demikian, sang istri dan Putrinya, Suri sedang tidak ada di rumah karena ke luar kota untuk syuting. Chicco bagai mengawang-ngawang, gelap saat melihat orang, ditampar dan baru melek ketika diminta untuk mengingat Suri oleh orang yang bekerja di rumahnya. 

“Melek lagi, dibawa ke rumah sakit antara sadar nggak sadar. Katanya udah ngomong yang enggak-enggak. Tolong jagain Suri, jangan kasih tahu Putri karena lagi syuting, kasihan kepikiran,” ujar dia. 

Chicco mengaku sempat pamit, karena merasa sudah tidak kuat untuk bertahan. Chicco mengaku ingin “pulang” dan semua orang di hadapannya sudah menangis. Tidak sadarkan diri, akhirnya Chicco di bawa ke rumah sakit oleh adik ipar dan manager. 

“Gue ngerasa nggak bakal ketemu lagi sama mereka (anak, istri dan orang tua). Owh gini ya rasanya. Ya yang buet gue semangat lagi tuh karena ngebayangin belum berbuat banyak,” ujar bapak satu anak itu. 

Di dalam kepasrahan dan keadaan lemas di hcu, Chicco ungkap ingin melihat anaknya tumbuh besar. Chicco merasa diberikan kekuatan saat itu dan merasa memiliki kesempatan kedua. 

“Ternyata belum waktunya (meninggal), tugas gue di sini belum selesai. Gue yakin pasti ada sesuatu. Gue dikasih kesempatan sama yang ciptain dan kasih napas, pasti ada sesuatu yang Dia mau untuk gue ceritain,” jelas dia. 

Bukan sok-sok spiritual, Chicco jadi merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih menomor satukan Tuhan. Hal itu dia rasakan setelah apa yang sudah dia lewati. 

“Dokter bilang seharusnya gue udah nggak sadar. Tensi 60-40. Harusnya udah lewat,” kenang Chicco. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi