Netral English Netral Mandarin
15:01wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
China Miliki Pusat Karantina Senilai Rp5,1 Triliun dengan Berbagai Fasilitas, Salah Satunya Dilayani Robot

Selasa, 05-Oktober-2021 12:20

Pusat karantina di Guangzhou, China, senilai Rp5,1 triliun yang bisa menampung 5.000 orang pengguna penerbangan internasional.
Foto : Antara
Pusat karantina di Guangzhou, China, senilai Rp5,1 triliun yang bisa menampung 5.000 orang pengguna penerbangan internasional.
9

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Pemerintah China berhasil mewujudkan pusat karantina COVID-19 senilai 360 juta dolar AS atau sekitar Rp5,1 triliun di Kota Guangzhou yang terdiri dari 5.000 unit kamar. 

Pusat karantina untuk menampung ribuan orang yang baru datang dari luar negeri tersebut dibangun hanya dalam tiga bulan, demikian dilaporkan pada laman berita lokal, Selasa (5/10/2021). 

Fasilitas Kesehatan Internasional Guangzhou itu dibangun di wilayah China selatan karena ibu kota Provinsi Guangdong itu sampai sekarang masih menjadi pusat penampungan utama pengguna jasa penerbangan internasional. 

Para tamu bisa menjalani karantina selama 14 hari di fasilitas tersebut secara mandiri. Menurut laporan media GICexpat, berbagai kebutuhan di fasilitas karantina itu, terutama makanan dan minuman sehari-hari, akan dilayani oleh robot. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, China sudah siap menampung orang-orang yang baru datang dari luar negeri. 

China pada 2022 akan menggelar hajatan besar, yakni Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic) di Beijing dan Asian Games di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. 

Seperti diberitakan sebelumnya, fasilitas karantina tersebut dibangun di atas lahan seluas 250.000 meter persegi, dan setiap kamar terpisah satu dengan yang lain.

Fasilitas itu dibangun dengan menerapkan prosedur karantina yang lebih ketat daripada ruang isolasi di rumah sakit dan hotel yang sudah ada di China selama pandemi COVID-19.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli