Netral English Netral Mandarin
14:52wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Christ Wamea: Seharusnya Narasi di Baliho Ibu Puan 'Utang Bukan Coba Dilunasi Malah Ditambah'

Kamis, 17-Juni-2021 13:12

Ilustrasi baliho Puan Maharani
Foto : Twitter/Christ Wamea
Ilustrasi baliho Puan Maharani
61

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh asal Papua, Christ Wamea mengkritik keberadaan baliho sosok Puan Maharani yang bertebaran di sejumlah daerah di Jawa Timur. 

Menurut Christ, narasi baliho tersebut harusnya diganti.

"Sehrs narasi dibaliho ibu Puan "Utang bukan coba dilunasi mlh ditambah“ utang yg menggunung diera Jokowi,” kata Christ Wamea melalui akun Twitternya, Kamis 17 Juni 2021.

"Soalnya klu "Kepak Sayap kebhinekaan" saat ini tdk ada masalh dgn kebhinekaan," imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, baliho Puan Maharani bertuliskan 'Mbak Puan' berukuran besar bertebaran di Jawa Timur. Tak terkecuali di Kota Pahlawan.

Baliho Mbak Puan banyak menghiasi jalanan utama di Surabaya. Salah satunya di Jalan Jemur Andayani, arah menuju kantor DPD PDIP Jatim di Jalan Kendangsari.

Baliho Mbak Puan tak menampilkan logo PDIP. Namun hanya tulisan 'Mbak Puan' dengan dua gambar Puan dan sebuah kalimat dari Ir Soekarno.

"Barang siapa yang ingin mutiara harus berani terjun ke lautan yang dalam," berikut sepenggal kalimat dalam baliho Mbak Puan.

Sedangkan di pojok kiri baliho Mbak Puan tertulis kalimat tagline 'Indonesia Sehat, Indonesia Hebat'. Di pojok kanan keterangan gambar Puan bermasker kecil dengan tulisan Relawan Mbak Puan.

Wahyudi (48), seorang penjual bensin eceran di sekitar Jalan Jemur Andayani mengatakan, baliho Mbak Puan sudah ada sejak 3 hari lalu. Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu memperhatikannya.

"Iya sudah tiga hari ini mungkin. Saya juga gak seberapa perhatikan balihonya," ujar Wahyudi seperti dilansir detikcom, Senin (14/6/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP