Netral English Netral Mandarin
14:47wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
COVID-19 Juga Menulari Hewan, Jaga Kucing dan Anjing Anda Tetap Aman dengan Cara Ini

Minggu, 30-Mei-2021 21:20

Kucing dan anjing.
Foto : Companion Animal Psychology
Kucing dan anjing.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - ternyata, penularan COVID-19 juga terjadi pada berbagai spesies di seluruh belahan dunia. Paling banyak terjadi pada anjing, kucing, kera dan cerpelai (mink).

Bahkan, virus dilaporkan menulari harimau dan yang terbaru adalah beberapa gorila di kebun binatang San Diego, California, AS,

Meski demikian, pakar genetika dari IPB University, Prof Ronny Rachman Noor menyatakan belum ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan penyakit kepada manusia.

Tapi tetap saja terdapat kekhawatiran jika virus menyebar ke hewan akan dapat muncul varian hasil mutasi.

Kekhawatiran akan terjadi penularan kembali dari hewan ke manusia dengan virus yang telah mengalami mutasi memunculkan pemikiran diperlukannya vaksin COVID-19 khusus untuk hewan.

Hal itu diperlukan tidak saja untuk memutus rantai penularan antar manusia ke hewan dan antara hewan, namun juga mengantisipasi penularan balik dari hewan ke manusia.

"Rusia tercatat sebagai negeri pertama di dunia yang berhasil mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19 khusus untuk hewan dan telah disetujui penggunaannya bulan ini. Vaksin yang diproduksi Rusia ini dinamakan Carnivak-Cov yang dapat digunakan pada anjing, kucing, mink, rubah serta hewan lainnya," kata Prof Ronny, seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/5/2021).

Hasil uji klinis vaksin tersebut telah dilakukan pada Oktober tahun lalu dan menghasilkan antibodi 100 persen pada semua hewan yang divaksin. Jenis vaksin khusus untuk hewan juga telah dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika, Zoetis, sejak tahun lalu.

Vaksin tersebut dinilai aman dan efektif terhadap kucing serta anjing dan telah diuji untuk gorila serta uji coba terhadap orangutan dan bonobo tidak menimbulkan reaksi negatif dan akan segera diuji antibodinya.

"Sebagaimana yang terjadi kasus pada manusia, sambil menunggu pengembangan vaksin khusus untuk hewan, maka protokol kesehatan juga harus diterapkan jika kita berdekatan dengan hewan. Hal tersebut diperlukan untuk mengurangi penularan baik dari manusia hewan peliharaan dan hewan liar ataupun penularan sebaliknya dari hewan ke manusia," ujarnya.

Untuk anjing, jika memang harus keluar maka dapat berjalan di sekitar rumah dan mengurangi frekuensinya. Serta jika keluar harus disesuaikan dengan tetap menjaga jarak ketika bertemu orang lain.

Bagi kucing, Ronny menyarankan untuk tetap berada di dalam rumah dengan hanya sesekali keluar dari rumah dan diusahakan tidak berinteraksi dengan kucing lain.

"Di samping itu kita juga harus secara rutin membersihkan tempat makanan dan minuman setiap hari, demikian juga dengan tempat kotorannya. Saat membersihkan peralatan ini gunakan masker dan cuci tangan dengan menggunakan sabun yang mengandung disinfektan setelah selesai mencuci. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah jika kita sedang sakit lakukan pembatasan kontak dengan hewan peliharaan kita," pungkasnya.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP