3
Netral English Netral Mandarin
04:44 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
COVID-19 Varian Amazon di Brasil Tiga Kali Lebih Ganas, Beruntung Sudah Ada Vaksin 

Jumat, 12-Februari-2021 11:10

Warga suku Amazon di Brasil.
Foto : coalitionfbo.org
Warga suku Amazon di Brasil.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Varian virus corona yang teridentifikasi di wilayah Amazon Brasil kemungkinan tiga kali lipat lebih menular namun analisis awal menunjukkan bahwa vaksin yang ada saat ini masih efektif melawannya, kata Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello, Kamis (11/2), tanpa menyertakan bukti.

Di bawah tekanan ketika varian baru itu menyerang kota Manaus dengan gelombang kedua infeksi, Pazuello berupaya meyakinkan legislator bahwa lonjakan kasus dalam beberapa bulan belakangan memang tidak terduga namun masih di dalam kendali.

Ia, dalam rapat Senat, juga menyampaikan bahwa Brasil akan memvaksin setengah dari populasi yang memenuhi syarat per Juni tahun ini dan sisanya per akhir tahun.

Brasil memulai vaksinasi dengan vaksin COVID-19 Sinovac asal China dan AstraZeneca asal Inggris sejak tiga pekan lalu. Pazuello tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana efektivitas keduanya melawan varian Amazon dianalisis.

"Puji Tuhan, kami menerima berita dari analisis bahwa vaksin-vaksin tersebut masih mempunyai efek terhadap varian ini. Namun (varian) ini lebih menular. Menurut analisis kami, tiga kali lebih menular," kata Pazuello.

Kementerian Kesehatan Brasil, seperti dikutip Antara dari Reuters, diketahui belum merilis informasi mengenai hasil analisis, dan juga belum memberikan komentarnya hingga berita ini diturunkan.

Institut Butantan di Sao Paulo, yang bermitra dengan Sinovac untuk pengujian dan produksi vaksin, menyebut dalam penyataan bahwa pihaknya telah memulai kajian tentang varian Manaus Amazon, namun belum dapat mempunyai kesimpulan hingga dua pekan mendatang.

Sementara pusat biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro, yang bermitra dengan AstraZeneca, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempelajari efikasi vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford itu terhadap varian Amazon, dengan telah mengirimkan sampel ke Oxford dan kini menunggu hasilnya. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP