Netral English Netral Mandarin
09:03 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Ini Cuitan Pertama Trump usai Gembok Akunnya Dibuka 

Jumat, 08-January-2021 20:15

Akun twitter Trump dikunci saat pendukungnya gelar aksi di depan Capitol, gedung kongres di Washington DC, AS.
Foto : mia.mk
Akun twitter Trump dikunci saat pendukungnya gelar aksi di depan Capitol, gedung kongres di Washington DC, AS.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Twitter telah mencabut larangan terhadap Donald Trump, dan Presiden Amerika Serikat itu kembali ke platform media sosial tersebut dengan unggahan video.

"Sekarang Kongres telah mensahkan hasil, pemerintah baru akan dilantik pada 20 Januari," ujar Trump dalam video yang diunggah pada akun Twitter-nya @realDonaldTrump, Jumat (8/1/2021).

"Fokus saya sekarang beralih ke memastikan transisi kekuasaan yang mulus, teratur dan tanpa hambatan," Trump menambahkan. 



Pernyataan serupa telah dikeluarkan sebelumnya melalui akun direktur media sosial Gedung Putih, Dan Scavino.

Akun Trump dikunci pada Rabu (6/1), setelah massa pendukungnya masuk ke Capitol, dan Twitter mengatakan akan tetap membekukan akun Trump hingga dia menghapus beberapa tweet dan kemudian menunggu selama 12 jam.

Juru bicara Twitter, Kamis (7/1), telah mengonfirmasi bahwa cuitan yang dipermasalahkan telah dihapus, The Verge melaporkan.

Twitter mengatakan Trump berisiko terkena larangan permanen jika terus melanggar aturan Twitter terkait informasi yang salah dan hasutan untuk melakukan kekerasan.

Ketika Trump meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari, dia akan kehilangan perlindungan "kepentingan publik" yang didapat akunnya saat dia masih menjabat. Hal ini akan mempermudah Twitter untuk menegakkan aturannya atas cuitan Trump yang melanggar batas.

Seperti dilansir Antara, Twitter mengunci akun Trump pada Rabu (6/1) karena serangkaian cuitan yang menyebarkan kebohongan tentang hasil pemilu dan sebuah video yang menurut Twitter menimbulkan "risiko kekerasan." Dalam video itu, Trump mengulangi klaim palsunya bahwa pemilu tersebut dicederai, dan memuji massa yang masuk ke Capitol AS.

Facebook dan YouTube juga menghapus video yang sama dari akun Trump. Facebook kemudian menangguhkan akun Trump karena telah menggunakan platform tersebut untuk "menghasut pemberontakan dengan kekerasan terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis," dengan mengatakan risikonya "terlalu besar" untuk membiarkan akun tetap aktif.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan pemblokiran itu akan tetap berlaku setidaknya sampai hari pelantikan. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP