3
Netral English Netral Mandarin
16:12 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Cuitannya Dikomentari Susi, Prof Henry: Makasih Sudah Muncul, Maaf Kalau Tersinggung

Jumat, 05-Februari-2021 13:20

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henry Subiakto t
Foto : Istimewa
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henry Subiakto t
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henry Subiakto tengah menjadi buah bibir netizen gara-gara cuitannya yang diduga menyindir eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Prof Henry di akun Twitter-nya, Kamis (4/2/2021), berkicau tentang seorang tokoh yang tidak lulus sekolah tapi jabatannya melambung dan perusahaannya untung. Ia mengatakan, jabatan tokoh itu telah diganti dan penggantinya membuat kebijakan yang tidak nyambung.

Kini, lanjut Staf ahli Menkominfo itu, tokoh yang tidak tamat sekolah tersebut tengah bermanuver dan mencari peruntungan di panggung politik pada 2022 dan 2024 mendatang.

"Ada tokoh yang sekolah gak tamat, tapi jabatannya melambung, dan perusahaanya untung. Kemarin jabatannya diganti orang yang kebijakannya gak nyambung, tambah perusahaan miliknya lagi buntung. Logislah lalu bermanuver politik, siapa tahu 2022/2024 kembali beruntung," kata @henrysubiakto.

Dalam cuitannya, Hendry tidak menyebut nama tokoh yang dimaksud dan jabatan apa yang pernah diemban. Namun netizen menduga cuitan tersebut merupakan sindiran terhadap Susi Pudjiastuti.

Cuitan Prof Henry itu juga dikomentari oleh Susi. Di akun Twitter-nya,Susi mengunggah tangkapan layar kicauan Hendry dan diberi emoji senyum. Susi juga memperkenalkan diri kepada Henry.

"Selamat sore Pak Henry Subiakto, saya susi pudjiastuti... salam kenal," tulis @susipudjiastuti.

Sontak saja, cuitan Prof Henry dan reaksi Susi Pudjiastuti itu banjir komentar netizen. Banyak netizen yang memberi dukungan dan membela Susi. Mereka juga menyerang Prof Henry dengan kritik dan sindiran.

Ramai diserang netizen, Prof Henry pun kembali berkicau. Ia menyebut dirinya punya hak untuk mengemukakan pendapat pribadinya di media sosial dan bagi yang tidak setuju dipersilahkan untuk memberikan pendapat yang berbeda, bukan membully.

"Saya ini dosen mata kuliah Komunikasi Politik, mosok tidak boleh buat status yang isinya pendapat pribadi dengan sedikit menilai? Sampai dibilang iri, buzzer, menjilat dll he he. Kapan ya bangsa ini tidak sensitif dengan pendapat orang. Kalau gak setuju tinggal bikin pendapat yang beda," kata Prof Henry.

Lagi, cuitan Henry kembali direspons Susi Pudjiastuti. Kali ini bukan dengan kata-kata, tapi lewat emoji wajahdengan alis cemberut dan mata bulat serta mulut ditutup simbol. Emoji ini biasanya menggambarkan orang yang ingin mengumpat dengan kata-kata yang tak pantas sehingga harus disensor.

Direspon demikian oleh Susi, Henry pun membalas. Ia menyampaikan ucapan terimakasih atas kemunculan Susi mengomentari cuitannya. Henry lantas mengenang masa-masa sekolah. Ia mengaku seangkatan dengan Susi saat SMA Jogja.

Di akhir cuitannya, Prof Henry meminta maaf jika kicaunnya membuat Susi tersinggung.

"Wah makasih bu sudah muncul (emoji tertawa), kita seangkatan saat SMA di Jogja. Anda di SMA Teladan, saya di SMA Muhi. Anda dari Penanjung Pangandaran, saya tidak terlalu terkenal. Tapi saya tentu kenal siapa bu Susi, Fuad, Taufik, dan almarhum Oji.  Maaf kalau tersinggung," ungkap @henrysubiakto.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati