Netral English Netral Mandarin
00:41wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Daftar Sembako Bakal Kena PPN, Hilmi: Assalamu'alaikum Pak @jokowi & Ibu Sri Mulyani, Mohon Pertimbangkan Lagi

Kamis, 10-Juni-2021 07:20

Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
Foto : Twitter
Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi bahan pokok (sembako). Pengenaan PPN sembako tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Barang tersebut meliputi beras dan gabah; jagung; sagu; kedelai; garam konsumsi; daging; telur; susu; buah-buahan; sayur-sayuran; ubi-ubian; bumbu-bumbuan; dan gula konsumsi

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, pedagang pasar tentu menolak rencana pemerintah untuk menjadikan bahan pokok sebagai objek pajak.

Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menggulirkan kebijakan. Apalagi kebijakan tersebut di gulirkan pada masa pandemi dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit.

"Harga cabai bulan lalu hingga 100rb, harga daging sapi belum stabil mau di bebanin PPN lagi? Gila kami kesulitan jual krn ekonomi menurun, dan daya beli masyarakat rendah. Mau ditambah PPN lagi, gmna hak gulung tikar," bebernya, Rabu (9/6/2021).

Terkait hak itu aktivis dakwah Hilmi Firdausi ikut berkomentar dan meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mempertimbangkan pengenaan PPN tersebut.

"Assalamu'alaikum Pak @jokowi & Ibu Sri Mulyani, mhn dipertimbangkan lg pengenaan PPN 12% utk sembako," tulis Hilmi di akun Twitternya Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut Hilmi mengatakan saat ini rakyat sudah semakin susah karena pandemi Covid-19, jangan ditambah lagi kesusahan mereka dengan kenaikan harga sembako.

"Ini rakyat sdg susah krn pandemi, jgn ditambah lagi dgn kenaikan hrg sembako yg pst akn membuat kalangan bwh mkin susah," ujarnya.

Di akhir cuitannya Hilmi meminta Jokowi dan Sri Mulyani untuk mendengarkan kesulitan yang akan membuat masyarakat kalangan bawah semakin susah.

"Mhn dengarkan kami ya pak, ibu," pungkas Hilmi

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani