Netral English Netral Mandarin
15:27wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Dampak Kebijakan PPKM, Presiden Jokowi: Alhamdulillah 'BOR' di Jakarta Sudah Berada di Kisaran 29,4 Persen

Senin, 16-Agustus-2021 05:20

Presiden Joko Widodo
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah berhasil menurunkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit.

"Alhamdulillah 'BOR' di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen, di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, di Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen," ujar Presiden saat menjawab pertanyaan terkait dampak kebijakan PPKM terhadap penurunan "BOR", dalam sebuah sesi wawancara yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (15/8/2021).

Presiden mengatakan "BOR" di Wisma Atlet juga sudah turun di angka 19,64 persen, dan secara nasional, "BOR" berada di angka 48,14 persen.

Seiring dengan hal tersebut, Presiden meminta agar vaksinasi COVID-19 harian terus dipercepat. Menurut Presiden, saat ini vaksinasi harian secara nasional telah mencapai 1,6 juta suntikan dalam satu hari.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta untuk dilakukan isolasi terpusat yang menurutnya memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Demikian juga dengan pengetesan dan penelusuran kasus konfirmasi positif COVID-19 yang diminta untuk terus ditingkatkan.

"Seminggu terakhir, saya melihat angka testing kita berkisar di antara 130 ribu sampai 140 ribu dan untuk indikator tracing kita di antara 5 sampai 7. Meskipun ini masih berada di kategori sedang, tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan. Testing harus terus diperbanyak agar kita mengetahui mereka yang terpapar sehingga segera bisa ditangani dan tidak menularkan kepada orang lain," tuturnya.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi