Netral English Netral Mandarin
05:30wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Dampingi Nasabah Jiwasraya Temui Ketua DPD, Lieus: Jiwasraya Jangan Dzolim, Hak Nasabah Harus Dibayar

Jumat, 14-January-2022 19:15

Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ), Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Koordinator KomTak Lieus Sungkharisma
Foto : Istimewa
Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ), Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Koordinator KomTak Lieus Sungkharisma
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Sejumlah nasabah asuransi Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) mendatangi rumah dinas Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pada Kamis (13/1/2022).

Didampingi koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma, para nasabah korban asuransi Jiwasraya menemui Ketua DPD untuk mengadukan nasib mereka yang menjadi korban asuransi Jiwasraya.  

Kepada Ketua DPD, FNKJ menyampaikan keluhan mereka terkait tidak kunjung dibayarkannya hak mereka sebagai nasabah Jiwasraya.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Ketua FNKJ, Rustiana menyampaikan ada banyak nasabah yang hingga hari ini belum menerima manfaat dari asuransi jiwasraya sejak dari Februari 2021.

"Terutama bagi nasabah anuitas yang berasal dari pensiunan karyawan swasta non BUMN. Para nasabah anuitas yang tidak dibayarkan itu merupakan nasabah yang menolak restrukturisasi Jiwasraya," ucap Rustiana, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut, Rustiana mengatakan seluruh anggota FNKJ itu menolak adanya restrukturisasi jiwasraya. “Bahkan ada nasabah yang telah menang secara litigasi di pengadilan tapi menolak restrukturisasi, juga tidak dibayarkan hak mereka oleh Jiwasraya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Adithiya Diar selaku kuasa hukum dari beberapa nasabah korban Jiwasraya. Ia menyatakan, penolakan terhadap program restrukturisasi yang ditawarkan oleh Jiwasraya itu adalah hak dari nasabah.

"Tidak boleh ada pemaksaan apapun agar nasabah menyetujui adanya restrukturisasi yang mengalihkan pertanggungjawaban polis dari Jiwasraya ke IFG Life," ucap dia.

Adithiya Diar mengungkapkan, pada saat penandatanganan kesepakatan antara Jiwasraya dengan para nasabah yang tertuang dalam syarat-syarat umum polis, tidak ada klausul untuk nasabah di kemudian hari harus mengalihkan polis ke perusahaan lain.

"Berdasarkan Undang-Undang Perasuransian, apapun kondisi perusahaan maka haruslah mengutamakan pembayaran polis bagi nasabah. Tapi yang terjadi hari ini, para nasabah nyaris dipaksakan untuk melaksanakan restrukturisasi," jelasnya.

Sementara itu, Lieus Sungkharisma mengaku mendampingi para nasabah Jiwasraya untuk bertanya ke Ketua DPD, karena ia tidak ingin perusahaan asuransi pelat merah itu bersikap dzolim pada nasabahnya. “Apa pun alasannya, hak para nasabah itu harus dibayarkan,” tegasnya.

"Mereka hanya ingin mendapatkan keadilan di Republik ini. Apalagi menurut mereka ada banyak lembaga negara yang telah mereka temui dalam memperjuangkan hak-haknya, tapi tak ada satu pun yang memberi solusi. Karena itulah mereka berharap, dengan menemui Ketua DPD, ada jalan keluar atas nasib mereka,” jelas Lieus.

LaNyalla sendiri, tambah Lieus, pernah berpesan agar menjadikan rumah dinasnya sebagai rumah rakyat. “Karena itulah para nasabah korban asuransi Jiwasraya saya ajak menemuinya untuk mengadukan nasib mereka,” tutur Lieus.

Menanggapi keluhan para nasabah Jiwasraya itu, LaNyalla Mahmud Mattalitti sangat menyayangkan kerugian yang dialami para nasabah tersebut.

"Saya mendengarkan keluhan bapak ibu atas apa yang terjadi. Saya akan bawa aspirasi bapak dan ibu yang tergabung di FNKJ, dengan memanggil pihak Jiwasraya dan pihak terkait lainnya. Kita juga akan mengkaji kemungkinan akan dibentuknya pansus Jiwasraya," pungkas LaNyalla.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi