Netral English Netral Mandarin
20:53wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Dari Kucing hingga Gorilla, Pakar Genetika IPB Sebut Penularan COVID-19 Banyak Terjadi Pada Hewan

Minggu, 30-Mei-2021 20:40

Kawanan gorilla di Uganda.
Foto : whc,unesco.org
Kawanan gorilla di Uganda.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar genetika dari IPB University, Prof Ronny Rachman Noor menyoroti fenomena COVID-19 dapat menulari hewan, meski belum ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan penyakit kepada manusia.

"Namun data di lapangan menunjukkan bahwa telah terjadi penularan COVID-19 pada berbagai spesies di seluruh dunia seperti anjing, kucing, kera dan cerpelai (mink)," kata Ronny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB itu menjelaskan bahwa kasus penularan COVID-19 kepada kucing dan anjing telah dilaporkan di beberapa negara, seperti penularan terhadap anjing di Hongkong dan kucing yang dites positif COVID-19 di Inggris.

Selain itu ditemukan juga kasus COVID-19 pada harimau di Kebun Binatang Bronx di New York, Amerika Serikat. Dengan kasus baru-baru ini adalah delapan gorila di Kebun Binatang San Diego, California, AS juga dinyatakan positif COVID-19 diduga karena terpapar penjaga yang terinfeksi penyakit tersebut.

"Masalah yang lebih serius terjadi pada cerpelai yang merupakan hewan semi akuatik yang dibudidayakan untuk diambil bulunya. Beberapa negara telah melaporkan infeksi pada mink dan dalam beberapa kasus sangat parah dan mengalami kematian," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Angka penularan terbesar pada mink terjadi di Denmark yang menyebabkan negara itu mengambil keputusan memusnahkan jutaan hewan dan menutup industri peternakan mink sepenuhnya hingga 2022.

Hal yang paling mengkhawatirkan, jelas Ronny, adanya bukti bahwa cerpelai telah menularkan virus kembali ke manusia. Dari berbagai kasus yang telah dilaporkan penularan ini diduga terjadi dari manusia ke hewan peliharaan, namun jika di kemudian hari terjadi penularan kembali dari hewan ke manusia dengan varian virus hasil mutasi maka pandemi akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Penularan virus COVID-19 yang bukan tidak mungkin akan meluas juga memberikan sinyal lampu merah bagi hewan-hewan terancam seperti gorila dan hewan langka lainnya, karena dapat menjadikan hewan yang sudah berstatus langka akan semakin terancam.

Selain itu terdapat kekhawatiran jika virus menyebar ke hewan akan dapat muncul varian hasil mutasi.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP