Netral English Netral Mandarin
20:17wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Dedek PSI Sindir LSM HAM Amnesty Internasional: Masih Enggak Mau Kecam KKB? Sudah Bunuh Warga Sipil

Sabtu, 17-April-2021 08:32

Politisi PSI Dedek Prayudi
Foto : Istimewa
Politisi PSI Dedek Prayudi
16

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Mantan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyindir lembaga pemerhati Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty Internasional.

Menurutnya, tak ada sikap yang ditunjukan dalam peristiwa penembakan sipil di Kabupaten Puncak, Papua. Bahkan korban meninggal diketahui seorang pelajar.

"Kok begini sih, Amnesty International? Tidak sedikitpun mengecam KKB OPM, malah balik men-demonize aparat yang notabene adalah lawan dari pelanggar HAM yang sedang dibicarakan di utasnya. Ampun deh," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (17/4/2021).

Selain itu, Uki menuding kalau Amnesty Internasional tak mau mengecam kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Cuitan Amnesty cuma usut agar gak terjadi pelanggaran HAM baru disertai twist pre-emptive. Belum sekejap, udah ada lagi pelanggaran HAM baru oleh KKB lagi, skr korbannya pelajar. Masih gak mau kecam KKB? Pelajar Tewas Ditembak KKB Papua, Motor Dibakar," tulisnya lagi.

Dia pun mengingat kejadian di Selandia Baru lembaga tersebut buat meminta Perdana Menteri Selandia Baru buat mengusir Presiden SBY karena dianggap menghalangi gerakan separatis di Indonesia.

“Jadi inget dulu gerakin mahasiswa Indonesia buat demo tandingan di depan gedung parlemen NZ saat Amnesty International menuntut PM NZ (Helen Clark) mengusir Presiden RI (SBY) dan mendesak kemerdekaan separatis Maluku Selatan, Aceh dan Papua. Amnesty...kepentingan...oh...," duitnya lagi. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati