Netral English Netral Mandarin
04:41wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Delapan Tahun Hubungan Dikta dengan Jimbon, Partner of My Life

Minggu, 08-Agustus-2021 08:00

Digta dan kucingnya Jimbon.
Foto : Antara
Digta dan kucingnya Jimbon.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet dan Cat Lovers pasti tidak asing dengan Jimbon, kucing milik artis Pradikta Wicaksono atau lebih dikenal Dikta.

Jimbon menjadi terkenal karena kerap kali Dikta membagikan foto maupun video terkait kelakukan Jimbon yang lucu dan menggemaskan.

Tidak jarang juga, ia membagikan momen manis bersama Jimbon yang menunjukan interaksi yang begitu lekat layaknya ayah dan anak.

Rupanya di balik kemanisan dan interaksi lekat itu ada perjalanan panjang seorang Dikta yang selama delapan tahun selalu total mengeluarkan tenaganya untuk memahami dan mengurus Jimbon.

“Banyak pet yang dianggap pemiliknya itu cuma pelengkap biasa, yang bisa diajak main kalau dia capek gitu. Tapi buat aku, Jimbon itu teman hidup. 

Dia teman ngobrol, teman dalam situasi dan kondisi apa pun. Banyak yang ngira gila kali ya ngobrol sama kucing, tapi kalau peliharaan itu diperlakukan seperti teman atau anak, dia pasti mengerti dan bisa merasakan sehingga akhirnya Jimbon dan aku punya bonding yang kuat,” kata anggota dari grup musik “Yovie and Nuno” itu dalam acara komunitas kucing yang digelar virtual, Sabtu, (8/8/2021).  

Di awal masa adopsi Jimbon, rupanya Dikta langsung mencari tahu kebutuhan yang harus dilengkapi saat memelihara kucing. Ia pun segera mencari informasi terkait kesehatan mulai dari vaksinasi hingga sterilisasi, lalu ia mencari informasi nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang kucing.Semua itu dilakukannya agar bisa memberikan Jimbon rumah yang nyaman dan rasa aman.

Meski pada awalnya Jimbon suka berulah, seperti tidak menengok saat dipanggil, pipis sembarangan, suka mencakar sofa, hingga mengajak main di tengah malam, namun pada akhirnya ada satu momen yang membuat Jimbon mulai membentuk ikatan dengan Dikta.

Momen itu pun yang akhirnya melahirkan nama Jimbon, berawal dari keduanya menonton film aksi James Bond dan menghabiskan waktu di kamar berdua menikmati tontonan di layar kacanya.

“Jadi waktu dulu kan di kosan, pas aku lagi nonton James Bond. Nah itu dia tiba- tiba naik ke kasur, dan tidur di samping aku dan akhirnya nonton bareng. Awalnya gak ngeh, tapi kok sadar. ‘Wah kok jadi nurut ya dia?’. Akhirnya memutuskan nama itu, kalau James Bond kan kebarat-baratan. tapi ada orang gitu kalau nonton bareng ngomong ‘wah ada film Jim Bon’ gitu kan, akhirnya jadilah namanya jadi Jimbon,” kata Dikta. 

Kelekatan Dikta dan Jimbon semakin hangat karena seringnya berbagi momen, hidup tidak hanya dalam suka tapi juga dalam duka.

Misalnya seperti saat mendiang ayah Dikta harus tutup usia. Di momen yang sedih itu, rupanya Jimbon hadir untuk memberikan dukungan dan penghiburan kepada Dikta.  

“Waktu papa meninggal,dia tiba- tiba duduk di paha saya. Dia tau kayaknya saya sedih,” kata Dikta.  

Ada juga momen keduanya bersitegang karena kesalahan yang dilakukan Jimbon yang tiba-tiba mengigit pelantun lagu "Menjaga Hati" itu hingga ia naik pitam.  

Jimbon pernah mengigit Dikta hingga berdarah dan dari kejadian itu Jimbon pun merasa bersalah dan terus- terus meminta maaf kepada Dikta dengan menyundul-nyudulkan kepalanya ke tangan pemiliknya itu.  Momen-momen itulah yang membuat Jimbon kini tidak hanya berperan sebagai teman bulu, tapi juga anak yang melengkapi kehidupan Dikta.    

"Jimbon itu udah bagian dari hidup saya, dia beneran partner of my life. Karena dia temenin aku dalam situasi dan kondisi situasi apa pun," kata Dikta.

Dengan pasang surut hubungannya, keduanya kini sudah pada tahap bisa berkomunikasi seakan sedang bertelepati.  Hanya dengan bertatapan-tatapan kedua sudah mengetahui apa yang diinginkan satu sama lain.

Keduanya pun saling mendewasakan diri satu sama lain dengan terus membagikan momen kehidupan mereka. Bagi Dikta, merawat Jimbon membuat level kesabarannya sebagai manusia terus meningkat dari waktu ke waktu.  

“Jadi hubungan saya sama Jimbon itu lengkap, ya seperti kakak dan adek, sebagai teman kosan juga, teman ngobrol juga, ya anak juga. Saya merasa beruntung sekali punya Jimbon. Saya tidak terlalu ketergantungan pada teman, jadi kalau misalnya saya bosan ya saya di rumah saja main sama dia,” katanya.

Dari pengalamannya tersebut, Dikta membagikan kiat pada sesama pemilik hewan peliharaan agar bisa memiliki ikatan yang kuat dengan anak bulunya agar bisa totalitas dalam merawat dan menjaga makhluk hidup yang bukan manusia itu.  

“Sebenarnya kalau mau merawat apa saja, gak ada yang simpel dan mudah. Karena mudah atau enggaknya sebuah hubungan, tergantung kita komitmen mau merawatnya atau tidak. Akan susah kalau setengah-setengah. Kalau cuma mau ngelus-ngelus doang, ya hasilnya akan berat terutama kalau kitanya tidak total,” ujarnya.  

Ia menambahkan ,“Banyak orang yang memelihara kucing karena lucu ya. Padahal lucu itu baru bisa terjadi kalau kitanya total dalam mengurus. Tapi kalau tidak total ya hasilnya tidak akan bisa seperti itu,” kata Digta.

Maka dari itu ia berpesan agar sebisa mungkin para pemilik hewan peliharaan bisa memberikan upaya terbaiknya untuk merawat hewan kesayangan agar tidak hanya tercukupi kebutuhannya tapi juga mendapatkan kesejahteraan hidup yang baik.  

Dilansir Antara, sebagai tambahan untuk memberikan kesejahteraan pada hewan, pemilik hewan setidaknya harus memiliki tiga komitmen seperti yang disampaikan oleh Dokter Hewan Novi Wulandari yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).  

Tiga komitmen itu adalah komitmen waktu, komitmen finansial, dan komitmen sepanjang hayat hewan peliharaan. Dengan memiliki dan menjalani ketiganya, kualitas hidup hewan peliharaan bisa optimal.
 

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani