Netral English Netral Mandarin
21:28wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Demi Kemanusiaan, ICRC Desak Masyarakat Internasional Bekerja Sama dengan Taliban

Sabtu, 23-Oktober-2021 23:40

Ilustrasi Palang Merah Internasional.
Foto : blogs.icrc.org
Ilustrasi Palang Merah Internasional.
16

DUBAI, NETRALNEWS.COM - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan, kerja sama dengan Taliban mau tak mau harus dilakukan oleh masyarakat internasional.

Pasalnya, kelompok-kelompok bantuan tidak akan bisa berupaya sendiri untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Menurut Direktur Jenderal ICRC Robert Mardini, organisasi-organisasi kemanusiaan telah meningkatkan upayanya di Afghanistan, tetapi dukungan masyarakat internasional sangat penting untuk menyediakan layanan dasar.

"Gabungan organisasi kemanusiaan tidak bisa melakukan semuanya. Mereka hanya dapat memberikan solusi sementara," tutur Mardini pada Jumat (22/10/2021).

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bantuan tunai untuk disalurkan langsung ke Afghanistan, yang menurut Mardini akan menyelesaikan masalah di negara itu selama tiga bulan.

Afghanistan telah terjerumus ke dalam krisis karena miliaran dolar bantuan asing terhenti, menyusul runtuhnya pemerintah dukungan Barat dan Taliban kembali berkuasa pada Agustus lalu.

"Afghanistan adalah krisis gabungan yang semakin memburuk dari hari ke hari," kata Mardini, mengacu pada konflik puluhan tahun yang diperparah oleh efek perubahan iklim dan pandemi COVID-19.

Mardini mengatakan 30 persen dari 39 juta penduduk Afghanistan menghadapi kekurangan gizi parah dan 18 juta orang di negara itu membutuhkan bantuan atau perlindungan kemanusiaan.

Taliban mengusir banyak kelompok bantuan asing ketika terakhir berkuasa pada 1996-2001, tetapi kali ini kelompok itu menyambut baik donor asing dan akan melindungi hak-hak staf mereka.

Namun, Taliban yang menghadapi kritik karena gagal melindungi hak-hak warga Afghanistan, termasuk akses pendidikan bagi anak perempuan, juga mengatakan pemberian bantuan tidak boleh bersyarat.

“Tidak ada organisasi kemanusiaan yang dapat mengompensasi atau menggantikan perekonomian suatu negara,” kata Mardini, dalam laporan Reuters yang dilansir dari Antara.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi