Netral English Netral Mandarin
09:57 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Aparat Pukul Mundur Demo FPI 1812, Denny Siregar: Jangan Lupa Pak untuk #jemputMunarman

Jumat, 18-December-2020 18:36

Usai demo dibubarkan, Denny Siregar sebut jangan lupa, pak untuk #jemputMunarman
Foto : Istimewa
Usai demo dibubarkan, Denny Siregar sebut jangan lupa, pak untuk #jemputMunarman
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Personel gabungan TNI-Polri memukul mundur massa aksi 1812 yang melakukan demonstrasi di sekitaran Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020) siang. Aparat gabungan membubarkan massa terkait penegakan protokol kesehatan Covid-19.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan: "Hari ini kita melihat kembali keberhasilan aparat menangani demo2 dari ormas kadrun.."

"Salam hormat buat @DivHumas_Polri  dan @Puspen_TNI  yang berhasil kendalikan situasi. Salam hormat juga utk Kapolda Metro dan Pangdam Jaya yg tegas. Jangan lupa, pak untuk #jemputMunarman," tegas Denny melalui akun Twitternya, Jumat (18/12/20).

Sementara sebelumnya diberitakan Sekretaris DPP FPI Munarman menuturkan, tindakan pembubaran massa yang berdemonstrasi adalah bentuk bahwa negara bersikap diktator. Bahkan, Munarman menyebut pemerintah melanggar supremasi hukum.

"Pembubaran adalah bentuk bentuk dari neo otoritarianisme. Terbukti sudah negara ini sedang dikuasai oleh rezim diktator yang sudah melanggar prinsip-prinsip the rule of law," kata Munarman seperti dinukil Okezone.com, Jumat (18/12/2020).

Dia menuturkan, atas tindakan tersebut, massa aksi lebih memilih meninggalkan lokasi demo. Menurutnya, massa aksi malas berurusan dengan rezim yang kejam.

"Massa sudah mundur dan sudah membubarkan diri karena malas menghadapi rezim bengis dan kejam ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Aksi 1812 bertajuk ‘Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI. Aksi ini akan dihadiri berbagai organisasi masyarakat (Ormas). Di antaranya, FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan lainnya. Mereka menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI dan pembebasan Habib Rizieq Shihab.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto