Netral English Netral Mandarin
04:14wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Demo Pemuda Pancasila Bawa Senjata Tajam dan Peluru, DS: Mau Demo atau Ngajak Perang?

Jumat, 26-November-2021 07:25

Kapolres Jakarta Pusat meluapkan kekesalan karena rekannya dikeroyok peserta demo Ormas PP
Foto : Istimewa
Kapolres Jakarta Pusat meluapkan kekesalan karena rekannya dikeroyok peserta demo Ormas PP
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menanggapi aksi kekerasan Ormas Pemuda Pancasila yang telah menganiaya aparat kepolisian. 

Pasalnya, pascapenyerangan polisi telah menemukan senjata tajam dan peluru. Ini menjadi pertanda dan pertanyaan, sebenarnya Ormas PP demo atau ingin kekacauan?

“15 orang dikejar dan jadi tersangka. Ditemukan peluru dan senjata tajam. Ini ormas mau demo atau ngajak perang ??” kata Denny Siregar melalui akun Twitternya, seperti dikutip NNC Jumat 26 November 2021.

Sebelumnya Denny juga mengapresiasi langkah tegas Kapolres Jakarta Pusat.

“Polisi itu seperti ini, nih.. Kapolres Jakarta Pusat Hengki Haryadi. Gada takutnya. Naik podium, langsung diem semua,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi meluapkan kekesalannya kepada massa Pemuda Pancasila yang demo di depan gedung DPR-MPR. Hengki murka lantaran seorang perwira polisi dikeroyok oleh Pemuda Pancasila.

Awalnya, Hengki naik ke atas mobil komando massa di depan DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Hengki kemudian menjelaskan bahwa kegiatan unjuk rasa dibatasi di tengah pandemi COVID-19.

"Saya mohon perhatian, yang saat ini sedang menyampaikan pendapat. Ingat, rekan-rekan, hak saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku," ujar Hengki di lokasi, seperti dilansir detik.com,  Kamis (25/11/2021).

Hengki mengatakan aparat telah memberikan pelayanan kepada massa untuk menyampaikan pendapatnya. Namun yang terjadi, massa ricuh dan bahkan melukai polisi.

"Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenernya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan--saya terpaksa buka masker biar (terdengar) jelas--tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah rekan-rekan," kata Hengki.

Dengan nada tinggi, Hengki kemudian menjelaskan bahwa seorang perwira polisi terluka karena dikeroyok Pemuda Pancasila. Hengki pun mempertanyakan tujuan massa demo di DPR.

"Perwira kami, AKBP, dikeroyok luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami, mengeroyok kami yang mengamankan rekan-rekan. Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah. Perwira menengah dikeroyok, padahal beliau mengamankan kegiatan ini," tutur Hengki dengan nada tinggi.

Hengki kemudian meminta koordinator aksi bertanggung jawab. Hengki meminta pelaku pengeroyokan segera diserahkan ke polisi.

"Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan. Jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum. Kami yang melayani rekan-rekan, mengamankan, justru dipukuli, dikeroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari?" kata Hengki lagi.

Hengki menegaskan akan menindak tegas pelaku pengeroyokan terhadap perwira polisi.

"Anggota kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda? Atau menghalangi kegiatan Saudara? Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan ketua Pemuda Pancasila Jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan-rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," tegas Hengki lagi.

Hengki kemudian meminta massa membubarkan diri. Tidak lama setelah Hengki turun, massa pun membubarkan diri.

Ditemukan Senjata Tajam dan peluru

Polisi menemukan dua peluru tajam aktif dari peserta unjuk rasa ormas Pemuda Pancasila (PP) di Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021).

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan ada sejumlah senjata yang ditemukan dari peserta aksi.

Senjata itu mulai dari senjata pemukul, senjata penusuk, dan senjata penikam. Senjata penikam diantaranya mulai dari badik dan pisau. Kemudian senjata penusuk ialah linggis, dan senjata pemukul ialah stik golf.

Polisi juga menemukan dua peluru aktif dari peserta unjuk rasa.

"Barang bukti di depan salah satunya dua butir peluru yang diduga kaliber 38 revolver. Tentunya dari barang bukti ini akan kami kembangkan," jelasnya.

Polisi akan mencari tahu asal muasal peluru tersebut. Sebab dimana ada peluru pasti ada senjata api di lokasi tersebut.

Senjata-senjata tersebut kata Tubagus dibawa dari rumah para peserta unjuk rasa.

Artinya, mereka sudah berniat untuk melakukan kekerasan dalam aksi unjuk rasa.

Iklan untuk Anda: Perut gemuk anda akan menjadi rata dalam seminggu. Coba ini!Advertisement byAtas hal tersebut, polisi menjerat 15 tersangka dengan Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

Berita Terkait

Berita Rekomendasi