Netral English Netral Mandarin
16:47wib
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dugaan penipuan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Pesawat Kepresidenan ganti warna cat dari biru langit menjadi merah putih. Pergantiam cat itu menuai pro kontra.
Demo Ricuh Desak HRS Bebas, Muannas: Mereka Sadar Betul Bakal Kalah di Pengadilan

Kamis, 10-Juni-2021 18:22

Ilustrasi situasi ricuh saat aksi massa desak pembebasan Habib Rizieq terjadi di Bohor
Foto : Sindonews
Ilustrasi situasi ricuh saat aksi massa desak pembebasan Habib Rizieq terjadi di Bohor
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai terjadi kericuhan demo di bogor di mana massa mendesak agar Habib Rizieq Shihab dibebaskan, Muannas Alaidid membuat pernyataan mengejutkan. 

Menurut Muannas, aksi massa dilakukan karena sebenarnya mereka sudah tahu bahwa di persidangan HRS akan kalah.

“Sumber keruwetan kita hari ini, mereka yang selalu menggunakan tekanan massa untuk mempengaruhi proses hukum, cara seperti ini perlu diambil karena mereka sadar betul bakal kalah dipengadilan,” kata Muannas, Kamis 10 Juni 2021. 

Ia kemudian menyemangati Bima Arya. 

“Tetap semangat Pak Wali  @BimaAryaS,” imbuhnya.

Untuk diketahui, setelah melakukan aksi di pengadilan negeri Jakarta Timur, sekelompok massa pendukung Rizieq Shihab bergegas menuju kantor Walikota Bogor.

Massa menuntut Walikota Bogor Bima Arya untuk membebaskan Rizieq Shihab. Karena tidak ada agenda unjuk rasa sehingga pengawalan pun longgar dan akhirnya terjadi kericuhan.

Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa ratusan massa Pro Habib Rieziq Shihab di Balaikota Bogor, Rabu (9/6) sore. Tiga orang puteri Habib Rizieq bergabung dengan massa, dan mencoba masuk ke Kantor Walikota Bogor.

Aparat gabungan TNI - Polri dan Satpol PP berusaha menghalau massa, aksi saling dorong pun tidak terhindarkan. Sebelumnya massa aksi sempat melakukan audiensi dengan DPRD Kota Bogor.

Mereka menuntut Walikota Bogor, Bima Arya bertanggung jawab atas dipenjaranya Habib Rizieq, dan meminta Habib Rizieq dibebaskan tanpa syarat.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P